Jokowi Dukung Denda Maksimal di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Joko Widodo mencoba mengemudikan truk sampah saat peresmian peremajaan kendaraaan angkutan sampah yang digelar Dinas Kebersihan DKI Jakarta di Lapangan Parkir Pacuan Kuda Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (11/12). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Joko Widodo mencoba mengemudikan truk sampah saat peresmian peremajaan kendaraaan angkutan sampah yang digelar Dinas Kebersihan DKI Jakarta di Lapangan Parkir Pacuan Kuda Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (11/12). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan penegakan kepatuhan pengguna jalan efektif melalui ancaman denda maksimal. "Untuk sterilisasi jalur busway itu bukan berkurang, tetapi betul-betul berkurang," kata Jokowi, sapaan akrabnya, saat meninjau kesiapan jalan layang non-tol Kampung Melayu-Tanah Abang, Kamis, 26 Desember 2013.

    Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI melalui Dinas Perhubungan menyatakan akan menerapkan denda maksimal bagi angkutan umum yang mengetem. Angkutan yang berperilaku seperti itu dianggap menjadi biang kemacetan di beberapa titik di Jakarta. Denda maksimal hingga Rp 500 ribu untuk pengemudi angkutan tersebut.

    Jokowi meminta penerapan denda maksimal bagi angkutan umum yang ngetem tersebut  jangan sebatas untuk jenis kendaraan kecil, melainkan juga bagi kendaraan umum jenis bus sedang seperti Kopaja dan Metromini. "Denda tinggi jelas akan sangat efektif," kata Jokowi.

    Menurut Jokowi, dalam kasus denda maksimal penerobos busway, penyerobotan bukan sekadar berkurang. "Orang pasti mikir 1000 kali untuk mau terobos busway," kata Jokowi.

    Saat ini, penerapan tersebut masih menunggu proses dari pihak Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono, menyatakan penerapan denda maksimal bagi angkutan umum yang mengetem tersebut akan mulai diberlakukan setidaknya pada Januari 2014.

    ISMI DAMAYANTI

    Terpopuler
    Natal, Megawati dan Jokowi Kunjungi Ahok

    Ditegur Megawati, Jokowi Tutup Jendela Mobil

    Ini Sosok yang Akan Rebut Golkar dari Dinasti Atut

    Atut Tak Percayai Rano Karno


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.