Perampok Sebulan Gasak Minimarket 17 Kali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perampok. nymag.com

    Ilustrasi perampok. nymag.com

    TEMPO.CO , Jakarta - Kepala Satuan Resimen Mobil Kepolisian Daerah Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Adex Yudiswan mengatakan telah terjadi perampokan mini market sebanyak 17 kali dalam sebulan yang dilakukan oleh kelompok yang sama. Perampokan tersebut, kata dia, mengalami pergeseran dari sekedar menggertak hingga sekarang membawa senjata api. "Kelompok-kelompok tersebut semakin berani," kata Adex di kantornya, Jumat, 27 Desember 2013.


    Adex menuturkan kelompok perampok itu biasanya terdiri dari empat orang dan memulai aksinya dengan mengintai mini market-mini market yang tak dijaga petugas keamanan pada siang hari. Aksi perampokan kemudian dilakukan pada malam harinya menjelang mini market tutup dan hanya tinggal ada beberapa karyawan di dalam toko.


    Salah satunya, kata Adex, komplotan yang beranggotakan Hendra Mahendra, 29 tahun, Anton Wijaka (26), dan Muhammad Yusuf, (26). Mereka ditangkap pada 23 Desember lalu lantaran merampok dua minimarket di Depok, Jawa Barat. Perampokan pertama terjadi di minimarket Alfamart, Jalan Boulevard, Kelurahan Tirtajaya, pukul 23.30 WIB dan perampokan kedua terjadi di minimarket Alfamidi di Jalan Proklamasi, Kelurahan Abadijaya, pada Sabtu, 21 Desember, pukul 01.00 WIB.


    Selain di dua lokasi tersebut, Adex berujar kelompok ini juga pernah beraksi di wilayah Jakarta Timur sebanyak lima kali, perampokan di Bogor tiga kali, dan perampokan di Cikarang tujuh kali. "Menurut pengakuannya, uang curian dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup," ujarnya.


    Adex mengatakan modusnya berpura-pura membeli saat Hendra memasuki toko dengan menggunakan helm dan menanyakan toilet pada karyawan toko. Sesaat kemudian, Yusuf yang juga memakai helm menyusul Hendra. Saat kembali dari toilet, Yusuf membeli minuman dan mengantre di depan kasir.


    Setelah pembeli lain ke luar toko, Hendra kemudian menodongkan pistol ke arah kasir dan mengancam agar kasir membuka kunci brankas. Petugas parkir yang masuk ke dalam toko kemudian diikat oleh Yusuf guna mengambil uang yang dsimpan di lantai atas.


    Saat aksinya selesai, kata Adex, mereka meninggalkan toko dan melihat Alfamidi di Jalan Proklamasi yang pintunya sedikit terbuka. Kelompok ini kemudian menuju toko tersebut dengan Hendra dan Yusuf sebagai eksekutor. "Anton dan Jhon menunggu di luar," kata dia.


    Dari para tersangka, barang bukti yang disita di antaranya uang tunai Rp 28 juta dalam beragam pecahan, enam slop rokok, tiga unit sepeda motor, dan empat buah helm. Selain itu, polisi juga menyita sepucuk revolver berkaliber 3,8 milimeter dan senjata api tipe FN berkaliber 7,65 milimeter.


    Adex menuturkan, berdasarkan keterangan para tersangka, senjata tersebut disewa dari Karim yang saat ini masih buron bersama empat orang anggota komplotan lainnya; Jhon alias Kemot, Dede, AR, dan Anton Yudi. "Harga sewanya Rp 500 ribu," ujarnya.


    Atas perbuatan mereka, Adex berujar para tersangka dijerat Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hkum Pidana tentang Pecurian dengan Kekerasan. "Ancamannya pidana kurungan di atas lima tahun," ujar Adex.


    LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.