Korban Tabrakan di Tol Wiyoto Wiyono Meninggal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. moorecommonsense.com

    Ilustrasi. moorecommonsense.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sarwan, 21 tahun, petugas Dinas Pertamanan DKI Jakarta yang ditabrak mobil di tol Wiyoto Wiyono, Pademangan, Jakarta Utara, mengembuskan napas terakhirnya. Ia meninggal akibat cedera yang ia derita.

    Diberitakan sebelumnya, Cristianto Candra, 39 tahun, menabrak petugas Dinas Pertamanan, Sarwan, di tol Wiyoto Wiyono Km 18.400, Jumat kemarin, pukul 10.30. Cristianto, yang saat itu tengah mengendarai mobil Nisan Grand Livina bernomor polisi B-1286-FVA menabrak Sarwan, yang tengah merapikan tanaman di tol.

    "Anaknya meninggal barusan saja, tak lama sekitar jam 12.30," ujar kakek Sarwan, Haji Rushwin, saat ditemui Tempo di depan Instalasi Gawat Darurat RS Atmajaya, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu, 28 Desember 2013.

    Rushwin berkata, semenjak masuk IGD hingga meninggal, Sarwan sudah tidak sadarkan diri. Tak sekalipun Sarwan membuka mata ataupun berbicara dengan anggota keluarganya, yang sudah tiba di IGD sejak pukul 01.00 pagi tadi.

    Rushwin pun mengatakan, selama dirawat, Sarwan hanya bisa mengerang kesakitan akibat cedera di lengan, paha, dan leher. Bernapas pun, kata Rushwin, tersengal-sengal. "Saya sendiri masih bingung dengan kondisi Sarwan sesungguhnya. Cuma, sejak dirawat memang sudah kritis kondisinya," ujar Rushwin sembari menunggu jenazah Sarwan dibawa ke mobil jenazah.

    Kakak sepupu Sarwan, Suci, 39 tahun, mengatakan jenazah sepupunya itu akan dibawa ke rumah duka di Bintara Jaya, Bekasi Barat. "Nanti Dik Sarwan dimakamkan di pemakaman keluarga," ujar Suci kepada Tempo.

    Berdasarkan pantauan Tempo, ada belasan anggota keluarga Sarwan di depan IGD menunggu jenazah pria yang sudah empat tahun bekerja di Dinas Pertamanan itu.



    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.