Pencurian Artefak di Museum Gajah Belum Terungkap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Kacung Marijan memberikan keterangan kepada wartawan tentang hilangnya 4 artefak berlapis emas di Museum Gajah jalan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (12/9). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Kacung Marijan memberikan keterangan kepada wartawan tentang hilangnya 4 artefak berlapis emas di Museum Gajah jalan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (12/9). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Angesta Ramano Yoyol mengatakan, tak adanya rekaman Closed Circuit Television di Museum Nasional Jakarta Pusat menyebabkan penyidik kesulitan mengungkap pencurian artefak yang terjadi di museum itu.

    Tak adanya rekaman, kata dia, menyulitkan penyidik mengumpulkan petunjuk yang mengarah pada pelaku. "Pelakunya belum ditemukan," kata Yoyol dalam Laporan Akhir Tahun Polda 2013 di Markas Polda Metro Jaya, Jumat, 27 November 2013.

    Yoyol menuturkan penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa para saksi atas kasus ini. Namun, kata dia, penyidikan menemui kendala menetapkan tersangka kasus ini lantaran minimna petunjuk atas pelaku pencurian artefak.

    Pencurian artefak tersebut terjadi pada Kamis, 12 September 2013 lalu. Artefak yang dicuri di Museum Nasional berupa empat koleksi kuno yakni lempeng naga emas berbentuk serpihan, lempeng bulan sabit beraksara berbahan emas, wadah tertutup berbahan emas dan lempeng Harihara berbentuk serpihan berbahan emas. "Penyidikannya masih berlanjut," kata dia.

    Ditemui usai Paparan Laporan Akhir Tahun, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto berujar tim penyidik Kepolisian bekerja sama dengan Dinas Purbakala Jakarta dan pihak museum. Hingga kini, kata dia, penyidik masih mengembangkan keterangan para saksi guna mengungkap pelaku motif dari kasus ini. "Penyidikannya masih berlangsung," kata Rikwanto.

    LINDA HAIRANI


    Berita Lain:
    Mata: Banten Suram, Jika Tatu Jadi Wagub
    Hal yang Dilanggar Ratu Atut Saat Pelesir Belanja
    Tatu: Ada Orang DPP Golkar yang Mau Jegal Saya 
    Pejabat Makin Enak, Berobat ke Luar Negeri Gratis  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.