Jalan Layang Kampung Melayu-Tanah Abang Diresmikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kendaraan melintasi Jalan Layang Non-Tol  Kampung Melayu - Tanah Abang yang masih sepi karena belum dioperasionalkan di Jalan Casablanca, Jakarta (25/11). Tempo/Aditia Noviansyah

    Sebuah kendaraan melintasi Jalan Layang Non-Tol Kampung Melayu - Tanah Abang yang masih sepi karena belum dioperasionalkan di Jalan Casablanca, Jakarta (25/11). Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Jalan layang nontol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang diresmikan pada Senin, 30 Desember 2013. Jalan layang sepanjang 3,4 kilometer yang menghubungkan ruas Jalan Casablanca dengan Jalan KH Mas Mansyur di Jakarta Pusat itu diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, pukul 13.30 WIB.

    Setelah peresmian, Jokowi mencoba menggunakan jalan tersebut didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Manggas Rudy Siahaan, Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono, dan Anggota DPRD Habib Alaydrus. "Semoga jalan ini bisa mengurangi kemacetan lalu lintas, baik dari arah Kuningan maupun Mas Mansyur," kata Jokowi di lokasi peresmian.

    Manggas mengingatkan, jalan layang hanya boleh dilintasi kendaraan roda empat. "Anginnya terlalu kencang dan berbahaya untuk sepeda motor, terutama di daerah yang ketinggiannya mencapai 18 meter," ujar Manggas. 

    Meski telah dibuka, namun masih ada aksesori jalan yang belum terpasang, seperti rambu lalu lintas, lampu kucing untuk mengamankan perjalanan pada malam hari, serta tanaman hias. Pengamatan Tempo, masih ada sejumlah lokasi yang aspalnya belum rata, di antaranya di depan Mall Lotte Shopping Avenue. 

    ANGGRITA DESYANI

    Terpopuler
    Penolakan Prabowo sebagai Capres Tinggi 
    Jokowi: Foto Bareng di Fatahilah Bayar Rp 5 Ribu 
    Aurelie Takut Kekasihnya Sebarkan Foto Telanjang
    Lukaku Bawa Everton Tekuk Southampton 2-1


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.