Kalau Sudah Mentok, Jokowi Akan 'Impor' PNS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi (topi merah) meninjau lokasi banjir dengan menaiki gerobak di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, pada 17 Januari 2013. TEMPO/Tony Hartawan

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi (topi merah) meninjau lokasi banjir dengan menaiki gerobak di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, pada 17 Januari 2013. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan dirinya tak ingin mengambil pegawai negeri sipil (PNS) dari daerah lain. Dia mengatakan bahwa kualitas pegawai DKI Jakarta saat ini sudah baik.

    Meski begitu, dia mengatakan, pilihan "mengimpor" PNS dari daerah lain sebenarnya diperbolehkan. "Sebenarnya bisa saja, tapi kalau sudah mentok," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 30 Desember 2013.

    Menurut Jokowi, saat ini Pemprov DKI Jakarta belum membutuhkan tambahan pegawai dari daerah lain. Kalaupun diadakan, mereka harus menjalani seleksi. "Tetap harus ikut fit and proper test," katanya.

    Sebelumnya, wacana"mengimpor" PNS itu memang pernah dikemukakan oleh pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia, Adrinof Chaniago. Soalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kesulitan mencari pengganti pejabat-pejabat dinas yang sudah pensiun.

    Tapi Jokowi dan Ahok mengatakan bahwa mereka masih bisa mengandalkan PNS dari Jakarta sendiri. Menurut mereka, PNS di Jakarta memiliki kualitas yang baik. Hanya saja, banyak yang belum memenuhi pangkat untuk bisa dijadikan kepala dinas.

    ANGGRITA DESYANI

    Baca juga:
    Lima Lokasi Pesta Kembang Api Paling Manarik

    Hujan Lebat Bakal Guyur Jakarta Hari Ini

    Anggaran Kampung Deret Jakarta Utara Rp 10 Miliar

    Lima Polisi Dipecat di Jakarta Utara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.