Ahok Akan 'Terajana' dengan Rhoma Irama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wagub DKI Jakarta Ahok, melihat-lihat produk kerajinan daur ulang pada acara Pekan Produk Kreatif Daerah 2013, di lapangan Silang Monas, Jakarta (14/6).  TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Wagub DKI Jakarta Ahok, melihat-lihat produk kerajinan daur ulang pada acara Pekan Produk Kreatif Daerah 2013, di lapangan Silang Monas, Jakarta (14/6). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan akan menyanyikan tembang Terajana bersama Rhoma Irama pada perayaan Tahun Baru di  Jakarta Night Festival. "Kalau bisa sampai tiga lagu," kata Ahok, sapaan akrabnya, saat ditemui di kantornya pada Senin, 30 Desember 2013.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Joko Widodo direncanakan akan berduet dengan raja dangdut dalam gelaran yang sama. "Saya akan nyanyi lagu Darah Muda," kata Jokowi pada Jumat, 27 Desember lalu.

    Ahok mengatakan, ia tertarik untuk berduet dengan Rhoma Irama karena kekagumannya pada seniman dangdut kawakan tersebut. "Tapi saya belum pernah nonton Rhoma Irama langsung," kata Ahok.

    Meski menunjukkan antusiasme untuk bisa tampil dan berpartisipasi dalam gelaran di Bundarah HI tersebut, Ahok mengatakan, ia tidak akan mengikuti seluruh rangkaian acara di Jakarta Night Festival. "Aku sih niatnya jam 10 mau pulang, tidur," kata Ahok.

    Rangkaian acara di sepanjang jalan protokol M.H. Thamrin hingga Jalan Sudirman tersebut dijadwalkan akan berlangsung hari ini mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 2.00 WIB tanggal 1 Januari 2014.

    ISMI DAMAYANTI


    Baca juga:
    Aurelie Takut Kekasihnya Sebarkan Foto Telanjang
    etya Novanto Tak Gubris Panggilan KPK
    Sebelum Ditahan, Atut Gerilya ke Petinggi Golkar  
    isah Pilu Aurelie Moeremans Setelah Kawin Lari
    Ani Yudhoyono Marah Lagi Soal Foto di Instagram 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.