Airin Datangi Lokasi Penggerebekan Teroris Ciputat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. ANTARA/Wahyu Putro A

    Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengunjungi lokasi penggerebekan teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu, 1 Januari 2014. Mengenakan polo lengan panjang warna biru dengan hijab dan celana berwarna krem, Airin tiba pukul 07.30 WIB.

    "Nanti dulu, saya mau lihat dulu," kata Airin kepada wartawan. Dia tampak didampingi beberapa ajudan serta polisi saat melihat rumah tempat teroris bermarkas.

    Penggerebekan ini berakhir sekitar pukul 06.00 WIB. Kepala Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian RI Komisaris Jenderal Suhardi Alius mengatakan, lima teroris yang ada di dalam rumah sudah dilumpuhkan.

    "Total enam orang sudah dilumpuhkan," kata Suhardi di lokasi kejadian. Menurut Suhardi, saat ini para teroris tersebut belum diangkut dari lokasi.

    Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror sejak Selasa malam, 31 Desember 2013, pukul 19.00 WIB terus menggempur rumah kontrakan yang dihuni lima orang--sebelumnya ditulis tiga--tersangka teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

    Lamanya penggerebekan karena para teroris yang tinggal di Jalan Ki Hajar Dewantoro, Gang Haji Hasan RT 04 RW 07, Kelurahan Kampung Sawah, Ciputat, tersebut menyimpan enam rangkaian bom aktif.

    Saat ini tim dari Detasemen Khusus 88 Antiteror masih berada di lokasi. Selain itu, tiga unit mobil ambulans juga disiagakan.

    SYAILENDRA


    Berita lain:
    Pembonceng Terduga Teroris Ciputat Diinterogasi
    6 Teroris Ciputat Akhirnya Dilumpuhkan
    Begini Kronologi Penggerebekan Teroris Ciputat
    Teroris Ciputat dan Cerita Sebelum Penggerebekan
    Teroris Ciputat Masih Bertahan setelah 10 Jam

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.