Jokowi Tegur Dinas Perhubungan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegur manajemen bengkel pul bus Dinas Perhubungan di Hek, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa, 31 Desember 2013. Dia menilai manajemen tidak mengurus bengkel dengan baik.

    "Bengkel di Indonesia kalau enggak hitam dan banyak oli, ya bukan bengkel," kata pria yang akrab disapa Jokowi itu kepada wartawan. "Tempat itu seharusnya bersih," kata dia menambahkan.

    Menurut Jokowi, kotornya bengkel disebabkan oleh kurangnya perhatian khusus dari manajemen. "Kalau bengkel enggak ada oli dan hitam itu menunjukkan manajemen bekerja," ujar mantan Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, yang kini merajai survei-survei tentang calon presiden untuk Pemilihan Umum 2014 itu.

    Menurut Jokowi, kondisi bengkel yang bersih pasti menunjang kinerja. "Tempat mempengaruhi pola kerja," ujar Jokowi. "Tempat bersih, enggak kotor pastinya manajemen berjalan dengan baik."

    Jokowi mengungkapkan, dia berpendapat seperti itu berdasarkan pengalamannya. "Saya ini orang pabrik, jadi mengerti," ujar alumnus Universitas Gadjah Mada itu. "Jadi, saya harus ngomong apa adanya."

    Mulai Januari, Jokowi ingin manajemen melakukan pembenahan. Jika kembali blusukan ke bengkel, dia ingin melihat semuanya sudah tertata rapi. "Saya kasih waktu satu bulan," ucapnya. "Saya bisa lihat manajemen yang baik ataupun tidak baik."

    SINGGIH SOARES

    Terpopuler
    Kocak, Gaya Obrolan 'Gak Nyambung' SBY 
    Kebangetan, Pejabat Bisa Disogok Dolar Langka
    Jelang Tahun Baru, Atut Sulit Tidur di Penjara
    Diungkit soal Aburizal, Idrus Marham Pasang Badan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?