Tangerang Selatan Favorit Persembunyian Teroris?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO , Jakarta:Baku tembak yang terjadi di Gang Haji Hasan, Kampung Sawah, Tangerang Selatan, menambah panjang daftar penyergapan terduga teroris yang terjadi di wilayah Kota Tangerang Selatan. Sejak 2010 lalu terhitung ada lima kasus termasuk yang di Kampung Sawah Selasa 31 Desember 2013.  

    Pada Maret 2010, tim dari Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri pertama kali 'menginjakkan kaki' di Tangerang Selatan. Saat itu mereka menggerebek sebuah rumah toko penyedia jasa warung internet Multiplus di Pamulang dan sebuah rumah di Gang Asem, Jl Setiabudi.

    Penyergapan saat itu menyebabkan tiga orang tewas ditembak karena dianggap melawan dan hendak melarikan diri saat ditangkap. Polisi menyatakan orang yang tewas dalam penggerebekan itu, salah satunya terduga teroris Dulmatin, perancang bom Bali 2002 lalu.

    Pada September 2012, Densus 88 giliran meringkus dua terduga teroris di kawasan pemukiman Bintaro Sektor IX. Keduanya diduga kuat anggota kelompok teroris jaringan Muhammad Toriq, yang sebelumnya menyerahkan diri di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Mereka dianggap bertanggung jawab atas ledakan bom di Beji, Depok, Jawa Barat.

    Pada 7 Mei 2013 lalu, Densus 88 kembali datang ke Pamulang dan menggerebek sebuah rumah milik Sigit Indrajit. Sigit disebutkan hendak melakukan aksi bom bunuh diri. Penangkapannya berawal dari penggerebekan di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

    Tak lama setelah itu, Densus 88 juga menangkap seorang terduga teroris yang diduga terlibat dalam jaringan kelompok Abu Roban. Penangkapan itu dilakukan di kawasan Pondok Aren pada 8 Mei 2013 lalu. Seorang terduga teroris itu ditangkap bersamaan dengan penggerebekan teroris di Bandung, Jawa Barat.

    Adapun penyergapan yang dilakukan di Kampung Sawah adalah yang terbesar. Sebanyak seluruhnya enam orang dilumpuhkan (tewas) dan sejumlah senjata api, peluru dan bom ikut di dita. Polisi juga menemukan di rumah kontrakan bekas huni keenamnya itu uang ratusan juta rupiah yang diduga fa'i (dana yang dikumpulkan untuk membiayai misi). Dari bukti uang itu diduga pula kelompok ini adalah perampok BRI Panongan, Kabupaten Tangerang, pada 24 Desember 2013.

    Baca juga: Airin Akui Wilayahnya Rawan Teroris

    DIMAS SIREGAR

    Terpopuler
    Diungkit soal Aburizal, Idrus Marham Pasang Badan

    Diperiksa KPK 10 Jam, Idrus Marham Curhat

    Ahok Goyang Jakarta dengan Lagu Terajana

    Begini Kronologi Penggerebekan Teroris Ciputat  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.