PNS Naik Angkot, Ahok Pilih Naik Mobil Dinas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ogah naik angkutan umum ke kantor Balai Kota. Alasannya, rumahnya jauh dan penggunaan angkutan umum akan memakan waktu lama.

    "Saya dukung program one day no car, tapi kalau dari rumah (jarak kantor) jauh tiga kali ganti angkutan umum," kata Basuki di Balai Kota pada Kamis, 2 Januari 2014. Basuki tinggal di Pantai Mutiara, Jakarta Utara.

    Ahok hanya membutuhkan waktu 20 menit menggunakan kendaraan dinas untuk sampai ke Balai Kota di Jalan Medan Merdeka Selatan. Itu, kata dia, lebih cepat 25 menit daripada menggunakan angkutan umum. (Baca: Wajib Naik Angkutan, PNS Harus Berangkat Dini)

    Toh, menurut Ahok, dia dan Gubernur DKI Jakarta bukan pegawai negeri sipil yang ada di dalam struktural. Jabatannya merupakan posisi politik pilihan warga.

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 150 Tahun 2013 tentang Penggunaan Kendaraan Umum bagi Pejabat dan Pegawai di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Kebijakan tersebut hanya berlaku setiap hari Jumat pada pekan pertama setiap bulannya. (Baca: Instruksi Jokowi Sasar Pejabat & Pengguna Motor)

    SYAILENDRA

    Berita Terpopuler
    Jokowi Perintahkan PNS DKI Naik Angkutan Umum
    Kelompok Teroris Ciputat Punya Rumah di Rempoa
    Teroris Digerebek, Densus Sita Senjata di Bogor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.