Setelah Gerebek Teroris, Polisi Hibur Anak-anak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah polisi  bermain bersama anak - anak yang tinggal berdekatan dengan TKP Penggerebekan tujuh teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten  (3/1). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Sejumlah polisi bermain bersama anak - anak yang tinggal berdekatan dengan TKP Penggerebekan tujuh teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten (3/1). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Jakarta Selatan memberikan sejumlah hiburan kepada anak-anak yang tinggal di sekitar Gang Haji Hasan, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat, 3 Januari 2014. Penghiburan itu dilakukan untuk menghilangkan trauma anak pasca-penggerebekan terduga teroris.

    Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Dri Hastuti, mengatakan program penghiburan ini dilakukan untuk memulihkan kondisi anak-anak. "Kami datang untuk bermain dan bernyanyi bersama, memberikan minuman serta makanan ringan," kata Hastuti.

    Bila acara serupa terus diadakan, kata Hastuti, kondisi trauma akan-anak bisa cepat hilang. "Acara seperti ini terus kami adakan agar bisa menghilangkan trauma mereka." Penggerebekan toris itu berlangsung malam tahun baru lalu. Sebanyak enam orang tewas tertembak oleh Detasemen Khusus 88.

    Seorang penduduk, Umi Ali, 67 tahun, menyatakan ketakutannya mendengar suara ledakan usai penggerebekan itu. "Pas dengar suara tembak-tembakan gitu takut," katanya. "Polisi bilang mau ada penggerekan, tapi enggak bilang kalau gerebek teroris."

    MUHAMMAD KURNIANTO

    Terpopuler:
    Ahok Naik Mobil Dinas, Jokowi: Lihat Saja Nanti
    Jokowi ke Kantor Naik Sepeda, Ojek, atau Bajaj
    Nur Mahmudi: Jokowi Hemat Energi 5 Persen
    Polisi: Penembakan di Galur Akibat Saling Ejek
    Perampok di Angkot Diancam 5 Tahun Penjara

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.