Ini Sebab Narkoba Baru Cepat Menyebar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Benny Mamoto. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Benny Mamoto. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Peredaran narkoba baru di Indonesia meluas dalam waktu relatif singkat. Penelusuran tim investigasi Tempo menemukan bahwa narkoba baru, terutama Metilon, sudah masuk ke klub-klub malam di kota berukuran sedang seperti Mataram di Nusa Tenggara Barat dan Pekanbaru di Riau.

    Deputi Pemberantasan BNN Benny Jozua Mamoto ketika dihubungi Tempo, November 2013 lalu, mengakui salahsatu faktor yang mempercepat peredaran narkoba jenis baru adalah longgarnya hukum di Indonesia. “Pengedar selalu mengiming-imingi: kalau pakai ini tidak akan ditangkap,” kata Benny.

    Menurut Benny, BNN sebenarnya bisa menggunakan UU Narkoba untuk menjerat para bandar dan pengedar Metilon dan jenis narkoba lainnya. Namun penegak hukum lain seperti jaksa, seringkali punya persepsi berbeda.

    Dalam kasus selebriti Raffi Ahmad misalnya, BNN dan kejaksaan berselisih soal dasar hukum untuk menjerat Raffi.  Penyidik menemukan 14 pil methylenedioxymethcathinone (MDMC) alias metilon, dan dua linting ganja di rumah Raffi di kawasan Cinere, Jakarta Selatan, pada 27 Januari 2013 lalu. Walhasil sampai sekarang kasus ini belum bisa diadili di pengadilan.

    MUSTAFA MOSES | SANDY INDRA | AGUNG SEDAYU


    Berita Terpopuler:
    Pindah ke PDIP? Ahok Menjawab Santai 
    Pengamat: Penggerebekan Teroris Ciputat Janggal 
    Cara Teroris Himpun Dana untuk Bom 
    Polisi Bantah Sengaja Habisi Teroris di TKP 
    'Penampakan' di Foto Ani SBY Dikomentari 800 Lebih 
    Alasan Ahok Ogah Ikuti Instruksi Jokowi  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.