Kisah Gadis Pengguna Narkoba di Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga orang tersangka pengguna narkoba yang ditangkap Polres Metro Jakarta Pusat, (19/10). Ketiganya RD, RS (tengah, yang diduga gitaris grup band Geisha), dan HEN. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Tiga orang tersangka pengguna narkoba yang ditangkap Polres Metro Jakarta Pusat, (19/10). Ketiganya RD, RS (tengah, yang diduga gitaris grup band Geisha), dan HEN. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta -  Seorang perempuan cantik berambut panjang asyik ajojing sendiri di samping meja yang berantakan gelas bir dan botol air mineral. Goyangannya terkadang tak serempak dengan ketukan house music yang mengentak.

    Ayu, begitu ia memilih nama samarannya saat berkenalan dengan Tempo pada awal November 2013  lalu. “Saya tahu itu. Molly namanya!” teriak perempuan belia itu ketika mendengar deskripsi soal bentuk dan efek narkoba baru yang sedang hit di klub-klub malam Ibu Kota.

    Seingat Ayu, molly di tangannya ketika itu berbentuk kapsul bening. Di dalamnya berisi serbuk berwarna putih kusam. “Rasanya lebih asyik dari ekstasi. Waktu itu saya dapat gratis dari tamu asal Jakarta,” ujar Ayu yang sudah lima tahun jadi pengkonsumsi ekstasi. Kali ini perempuan lulusan sebuah sekolah menengah atas di Indramayu ini berbisik.

    Pengalaman yang sama menimpa Reni, kawan Ayu. “Beda, kalau pake ekstasi, ada rasa lelah atau mual, tapi kalau ini tetap bugar,” ucap gadis 22 tahun asal Subang ini. “Mau dugem semalaman, stamina tak terkuras.”

    Dari dua perempuan tersebut, malam itu Tempo bisa berkenalan dengan Abo dan Benny, dua pengedar kecil yang biasa berseliweran di Bandung. Namun sayang, malam itu tak ada “barang”.

    Menurut Abo, sejak metilon dikenal luas--setelah tertangkapnya Raffi Ahmad--pasokan pil itu dari Jakarta jadi tak menentu. “Harganya Rp 600 ribu per butir. Terkadang kapsul, seringnya berbentuk tablet,” ujarnya. Jika dagangannya sedang laris, Abo bisa menjual hingga 40 butir pil metilon per malam.

    Selengkapnya baca di Majalah Tempo Edisi 6 Januari 2014.

    MUSTAFA MOSES | SANDY INDRA | AGUNG SEDAYU


    Berita Terpopuler:
    Pindah ke PDIP? Ahok Menjawab Santai 
    Pengamat: Penggerebekan Teroris Ciputat Janggal 
    Cara Teroris Himpun Dana untuk Bom 
    Polisi Bantah Sengaja Habisi Teroris di TKP 
    'Penampakan' di Foto Ani SBY Dikomentari 800 Lebih 
    Alasan Ahok Ogah Ikuti Instruksi Jokowi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?