BNN Jadi Saksi Ahli Kasus Metilon di Mataram  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Wayan Purwa, bandar narkoba yang ditangkap polisi pada Juni 2013 lalu dengan barang bukti 70 gram sabu dan 388 butir pil yang mengandung metilon, akhirnya dituntut 12 tahun penjara.

    Jaksa Ida Ayu Ketut Yustika Dewi membacakan dakwaan Wayan pada 4 November 2013 lalu.  Ketika itu, Yustika menuntut I Wayan Purwa dengan Undang-Undang Narkotika.  

    Ini pertama kalinya di Indonesia seorang pengedar metilon dijerat UU Narkotika. Sebelumnya, di Pekanbaru dan Batam, polisi dan jaksa hanya menggunakan Undang-Undang Kesehatan.

    Bahkan, untuk kasus penggunaan metilon yang paling terkenal--kasus Raffi Ahmad--Kejaksaan Agung ragu meneruskannya ke pengadilan.

    Purwa dicokok polisi pada Juni lalu dengan barang bukti 70 gram sabu dan 388 butir pil yang mengandung methylenedioxymethcathinone atau metilon. Meski sempat bolak-balik dari kejaksaan ke Kepolisian Resor Mataram, perkara ini akhirnya dilimpahkan ke pengadilan berkat dorongan Badan Narkotika Nasional (BNN).

    Ahli kimia farmasi yang juga Kepala BNN Nusa Tenggara Barat, Mufti Djusnir, menjadi saksi ahli di persidangan. Dialah menjelaskan kepada majelis hakim bahwa metilon adalah zat turunan dari katinona atau cathinone. Dalam UU Narkotika, katinona masuk daftar narkotik golongan 1.

    AGUNG SEDAYU | SANDY INDRA

    Berita Terpopuler:
    Megawati Diminta Restui Jokowi Jadi Capres 2014 
    KontraS: Lima Hal Janggal di Penggerebekan Ciputat 
    Peluang Menang Duet Megawati-Jokowi Kecil
    Dalang Wayang Suket Slamet Gundono Meninggal 
    Soal Kenaikan Harga Elpiji, SBY Bercuit 
    SBY Minta Pertamina Tinjau Kenaikan Harga Elpiji


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.