Alasan Pintu M1 Bandara Batal Ditutup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terminal 1 bandara Soekarno-Hatta. TEMPO/Dimas Aryo

    Terminal 1 bandara Soekarno-Hatta. TEMPO/Dimas Aryo

    TEMPO.CO, Jakarta - Penutupan pintu belakang Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Tangerang, yang rencananya dilakukan hari ini, Senin, 6 Januari 2014, ditunda. Penundaan dilakukan karena belum ada kesiapan infrastruktur penunjang di jalur alternatif tersebut. "Ditunda," ujar Manager Umum Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta Yudis Tiawan.

    Menurut dia, dengan penundaan ini, perubahan waktu pengalihan kendaraaan sekaligus menutup pintu M1 mulai pukul 7.00-18.00 hari ini dibatalkan. Padahal, spanduk dan plang berisi informasi pengalihan rute yang berlaku hari ini terpampang di sepanjang jalan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

    Dalam pengamatan Tempo, pintu M1 dari pagi sampai siang ini masih terbuka untuk umum. Kendaraan dari arah Tangerang menuju bandara dengan normal melintas. Arus kendaraan arah bandara terlihat lancar.

    Sejumlah kendaraan berat, seperti exsavator, becho, dan buldoser terlihat dioperasikan di jalur M1 arah bandara ke Tangerang. Meski demikian, tidak begitu menganggu arus lalu lintas.

    PT Angkasa Pursa II melalui siaran persnya menyatakan, penutupan gerbang M1 Bandara Soekarno-Hatta dilakukan setelah pengelola bandara mengevaluasi. Evaluasi itu dilakukan bersama Kantor Otoritas Bandara Wilayah I Jakarta, Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta, Polsek Benda, Polsek Neglasari, Dinas Perhubungan Kota Tangerang, dan PT Angkasa Pura II.

    Ke depan, PT Angkasa Pura II akan menutup pintu M1 secara permanen terkait pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, seperti pelebaran jalan, pembangunan jalur kereta KRL, dan stasiun kereta. Jalan Perimeter Utara dan Perimeter Selatan yang dibangun PT Angkasa Pura II ini masuk dalam kategori restricted public area (RPA), sehingga jalur ini tidak bisa dilalui oleh bus dan truk.

    JONIANSYAH | AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.