Keberatan Wali Kota Soal Pintu M1 Bandara Ditutup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng (19/12). TEMPO/Mahanizar Djohan

    Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng (19/12). TEMPO/Mahanizar Djohan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penutupan pintu M1 gerbang belakang menuju Bandara Soekarno-Hatta melalui Jalan Marsekal Surya Darma yang dijadwalkan hari ini, Senin, 6 Januari 2014, ditunda. Keputusan sementara itu ditempuh menyusul protes Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah kepada PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Soekarno-Hatta agar penutupan dikaji ulang.

    Arief beralasan jalur alternatif pengganti Jalan Marsekal Surya Darma belum disiapkan secara matang, sehingga rencana ini bisa menimbulkan kemacetan parah di tempat lain. "Kenapa mesti buru-buru? Mestinya disinkronkan jadwal pembangunan, seperti pelebaran jalan, pembangunan jalur kereta KRL, dan stasiun kereta, seperti yang dirancang. Jangan memindahkan kemacetan," kata Arief, Senin, 6 Januari 2013.

    Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Besar C.H. Pattopoi membenarkan penundaan itu. "Benar ditunda, tadi pagi penutupan akses yang mestinya diberlakukan pukul 07.00 belum dilaksanakan," kata Pattopoi. Manajer Umum PT P II Kantor Cabang Soekarno-Hatta Yudis Tiawan juga menyatakan hal sama. Alasan penundaan adalah karena masih dirapatkan dengan Wali Kota Tangerang.

    PT Angkasa Pura II menyatakan pengubahan akses gerbang M1 Bandara Soekarno-Hatta dilakukan setelah pengelola bandara mengevaluasi fungsi jalan itu. Ke depan, pintu M1 akan ditutup secara permanen terkait pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, seperti pelebaran jalan, pembangunan jalur kereta, dan stasiun kereta. Jalan Perimeter Utara dan Perimeter Selatan yang dibangun oleh PT Angkasa Pura II ini masuk dalam kategori restricted public area (RPA), sehingga jalur ini tidak bisa dilalui oleh bus dan truk.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.