Lima Terduga Teroris Ciputat Tewas di Kamar Mandi?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Densus 88 Anti Teror membawa sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan terduga teroris Anton usai melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Desa Alas Malang, Kemranjen, Banyumas, Jateng (1/1).  ANTARA/Idhad Zakaria

    Anggota Densus 88 Anti Teror membawa sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan terduga teroris Anton usai melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Desa Alas Malang, Kemranjen, Banyumas, Jateng (1/1). ANTARA/Idhad Zakaria

    TEMPO.CO, Jakarta -  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia kembali menemukan kejanggalan dalam proses penangkapan terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan. Kejanggalan itu adalah tentang mayat para terduga teroris yang semuanya berada di kamar mandi.

    "Kami memang melihat banyak darah di kamar mandi," kata seorang anggota Komnas HAM yang tidak bersedia disebutkan namanya, Senin, 6 Januari 2014. Sumber itu juga mengatakan, di ruangan lain tidak ditemukan darah sama sekali.

    Sebelumnya, Komnas HAM tengah menyelidiki dugaan adanya pelangaran hak asasi manusia dalam penangkapan teroris di Ciputat (lihat: Begini Kronologi Penggerebekan Teroris Ciputat ). Sabtu lalu, tim yang dipimpin langsung oleh Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila datang ke lokasi penangkapan untuk mencari bukti-bukti.

    Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Nur Kholis, menolak memberi konfirmasi tentang informasi bahwa mayat para terduga ditemukan di kamar mandi. "Yang jelas kami sudah memiliki  bukti temuan awal," katanya. "Termasuk letak ruangan kelima mayat ditemukan pertama kali," kata dia, tanpa menyebutkan secara rinci ruangan yang dimaksud.

    Menurut Nurcholis, temuan Komnas HAM belum bisa dijadikan pegangan untuk menyimpulkan adanya pelanggaran HAM atau tidak. "Masih banyak yang perlu dikonfirmasi," katanya.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar, menyatakan kelima mayat terduga teroris Ciputat memang ditemukan dalam satu ruangan. Namun dia pun tidak menyebutkan ruangan yang dimaksud.  "Ruangan tersebut cukup tertutup," kata dia.

    Sebelumnya, sejumlah kalangan sudah lebih dulu menyampaikan kejanggalan-kejanggalan dalam penggerebekan teroris di Ciputat. Salah satunya adalah Kontras. Bahkan organisasi anti-kekerasan itu menemukan adanya lima kejanggalan (lihat: KontraS: Lima Hal Janggal di Penggerebekan Ciputat).

    AMRI MAHBUB

    Berita sebelumnya:
    Pengamat: Penggerebekan Teroris Ciputat Janggal 
    Tiga Kejanggalan Penggerebekan Teroris Versi JAT
    Kapolri:Penembakan Teroris Ciputat Sesuai Prosedur 
    Komnas HAM: Sudah 100 Teroris Mati Ditembak 
    Polri: Baasyir Tak Terkait Teroris Ciputat 

    Ini Buku Baasyir yang Disebut Legalkan Perampokan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.