Nelayan Jakarta Utara Dapat 353 Mesin Kapal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah perahu nelayan bersandar di pesisir pantai Tanjung Pasir, Tangerang, Banten, (18/11). Tingginya ombak akibat cuaca buruk mengakibatkan para nelayan memilih tidak melaut demi faktor keselamatan. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Sejumlah perahu nelayan bersandar di pesisir pantai Tanjung Pasir, Tangerang, Banten, (18/11). Tingginya ombak akibat cuaca buruk mengakibatkan para nelayan memilih tidak melaut demi faktor keselamatan. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaKepala Suku Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Liliek Litasari menyatakan telah menyalurkan 353 unit mesin kapal kepada nelayan di Jakarta Utara. Mesin-mesin tersebut ditujukan untuk membantu nelayan.

    "Tahun 2013 sudah 353 buah," kata Liliek kepada Tempo, Senin, 6 Januari 2013. Mesin didistribusikan ke nelayan-nelayan di sentra nelayan di Jakarta Utara, seperti di Kalibaru, Cilincing, Marunda, dan Penjaringan.

    Menurut Liliek, bantuan mesin kapal ini diberikan untuk meningkatkan tangkapan nelayan. Sebab, mereka mulai kesulitan menangkap ikan di pesisir. Di kawasan ini sudah mulai dibangun pulau-pulau dan pengembangan pelabuhan. "Nelayan harus melaut lebih jauh untuk dapat ikan," kata Liliek.

    Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan, telah dibagikan tiga jenis mesin kapal berdasarkan besar tenaga kuda (PK). Rinciannya, mesin 7 PK sebanyak 163 buah, 16 PK sebanyak 140 buah, dan 24 PK sebanyak 50 buah.

    Liliek menambahkan, mesin-mesin tersebut diberikan kepada nelayan yang berstatus sebagai pemilik kapal. "Kami harap dapat membantu aktivitas nelayan," kata dia. Tahun ini, pemberian mesin kapal pun sudah direncanakan. "Tapi masih menunggu kepastian anggaran yang akan diberikan," ujar dia lagi.

    Salah satu nelayan di Cilincing, Kasman, 39 tahun, membenarkan bahwa semakin hari nelayan memang semakin sulit menangkap ikan. Air di sekitar pantai sudah kotor karena berbagai limbah dan sampah. Ikan pun hidup makin ke tengah laut. "Tak bisa lagi jaring ikan dekat-dekat pantai," kata dia. Nelayan harus ikut berlayar makin ke tengah laut untuk mendapat ikan. Sedangkan mesin-mesin yang mereka miliki adalah mesin tua yang performanya sudah menurun. 

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Lainnya:

    Perwira Polisi: Berlian itu Tak sampai Rp 20 M  
    Jokowi Akan Tinjau Penutupan Lebak Bulus  
    Jokowi Tak Berdaya Robohkan Stadion Lebak Bulus
    Kasus Sitok, Komnas: Kembalikan ke Penyidik Awal
    Jokowi: Di Marunda Tanam Cabe, Bukan Cabe-Cabean  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.