Detik-detik Penggerebekan di Ciputat Versi Warga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah kontrakan terduga teroris yang digerebek Densus 88 di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, semalam (1/1). Kondisi rumah tersebut kini rusak parah. Atapnya hancur. Tembok terasnya pun luluh lantak. TEMPO/Marifka Wahyu

    Rumah kontrakan terduga teroris yang digerebek Densus 88 di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, semalam (1/1). Kondisi rumah tersebut kini rusak parah. Atapnya hancur. Tembok terasnya pun luluh lantak. TEMPO/Marifka Wahyu

    TEMPO.CO, Ciputat - Sepriyadi alias Jeffry, 33 tahun, pemilik kontrakan yang dihuni kelompok yang digerebek polisi, mengaku tahu kepolisian hendak menangkap Dayat cs. Pada Selasa, 31 Desember 2013, pukul 9.00 WIB, posko keamanan yang sedang dibangun di depan rumah kontrakannya tiba-tiba didatangi orang asing. “Ada seorang intel yang akan menangkap Dayat," kata Jeffry di sekitar TKP, Senin, 6 Januari 2014. (Baca:Lima Terduga Teroris Ciputat Tewas di Kamar Mandi?)

    Saat itu Jeffry dan Cucup Supriyatna, 40 tahun, di posko sedang kerja bakti. Sejam kemudian, seorang intel datang lagi. "Kami disuruh tidak membuat gaduh dan panik," kata Jeffry. Jeffry dan kerabatnya menganggap biasa penangkapan Dayat ini. "Saya kira kasus biasa, seperti mencuri atau narkoba," kata Cucup. Mereka pun satu per satu pergi meninggalkan pos karena tak ingin terlibat.

    Pada hari itu, kata Jeffry, ada beberapa polisi yang berjaga di tiap pintu keluar yang kiranya akan dilalui Dayat cs. "Ada tiga titik yang dijaga polisi," kata dia.

    Pukul 18.00 WIB, Jeffry membeli ayam untuk dibakar saat perayaan Tahun Baru. Saat bersamaan, Dayat akan keluar membeli makanan. Jeffry menyuruh Niwan agar ikut Dayat. "Saya suruh dia beli fitting listrik," kata dia. Setelah itu, Jeffry meninggalkan keduanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.