Masjid Digusur, Warga Akan 'Ngungsi' ke Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua anak berpose di samping Gubernur DKI Jakarta Jokowi usai menyaksikan Pertunjukan seni Gema Nusantara karya Bagong Kussudiardja dalam Perjalanan menjadi Indonesia di TIM, Cikini, Jakarta (28/11).  TEMPO/Dasril Roszandi

    Dua anak berpose di samping Gubernur DKI Jakarta Jokowi usai menyaksikan Pertunjukan seni Gema Nusantara karya Bagong Kussudiardja dalam Perjalanan menjadi Indonesia di TIM, Cikini, Jakarta (28/11). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Masjid yang menjadi satu-satunya bangunan yang masih berdiri dan menjadi tempat warga Taman Burung bertahan direncanakan akan dibongkar. Warga merencanakan akan mengungsi ke rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo jika hal itu dilakukan.

    "Kalau dibongkar sebelum persoalan selesai, kami mau ngungsi ke rumah Jokowi," kata Sekretaris Paguyuban Taman Burung Bahar kepada Tempo, Senin, 6 Januari 2014. Menurut dia, langkah tersebut sudah direncanakan warga jika masjid dibongkar paksa ketika masih ada warga yang bertahan di sana. "Masih ada 100-an KK," ujar dia. Menurut informasi yang diterima warga, pembongkaran akan dilakukan pihak Kecamatan.

    Sampai saat ini, menurut Bahar, warga masih menanti penyelesaian mengenai nilai kompensasi bagi bangunan mereka yang digusur. Oleh karena itu, sejumlah warga masih bertahan di lokasi. Mereka menolak direlokasi ke rusun yang sudah disediakan pemerintah provinsi. "Tolong diselesaikan persoalan kompensasinya," kata dia.

    Sejak penggusuran tanggal 12 Desember 2013 lalu, warga yang menanti penggusuran tinggal di masjid yang ada di kawasan tersebut. Mereka sempat mendirikan tenda-tenda dari terpal, tetapi digusur oleh Satpol PP pada pekan lalu. Bagi warga yang sudah menerima penggusuran, sudah direlokasi ke Rusun Cipinang Besar Selatan dan Pinus Elok. Pemerintah DKI tetap akan menggusur tempat ini. (Baca: Warga Taman Burung Tantang Ahok Lapor Polisi)

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.