Asiong, Jaringan Freddy Budiman di Cipinang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Labfor Mabes Polri melakukan tes pada sejumlah barang bukti yang diduga bahan pembuat narkoba yang diamankan dalam sidak di Lapas Narkotika, LP Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (6/8). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Petugas Labfor Mabes Polri melakukan tes pada sejumlah barang bukti yang diduga bahan pembuat narkoba yang diamankan dalam sidak di Lapas Narkotika, LP Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (6/8). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta--Cecep Setiawan alias Asiong, 48 tahun, narapidana di Lembaga Permasyarakatan Narkotik Cipinang, terbongkar sebagai pengendali peredaran narkoba jenis sabu dari balik penjara. Bisnis narkoba Asiong berhasil diungkap oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Markas Kepolisian RI, Senin kemarin.

    Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba, Komisaris Anjan Pramuka mengatakan Asiong merupakan pemain lama. Dia termasuk dalam jaringan peredaran sabu, Freddy Budiman. "Masing jaringannya Freddy, waktu terbongkar pabrik sabu di dalam LP, dia (Asiong) ditetapkan sebagai tersangka juga," kata Anjan kepada Tempo di kantornya, Selasa, 7 Januari 2013.

    Anjan menjelaskan, Asiong ditetapkan sebagai tersangka dalam pabrik sabu di dalam LP Cipinang bersama dengan 9 tersangka lain termasuk Freddy. Mereka adalah, GW (46) pegawai LP Narkotik; JW (40); MY (36), Mamat (50); para narapidana, Freddy; Asiong; HC (44); VC (37); AH (49), serta TR (36).

    "Pabrik sabu terbongkar, Freddy juga sudah dipindahkan ke Nusakambangan. Ternyata diam-diam Asiong masih mengendalikan peredaran sabu," ujar Anjan.

    Pengendalian Asing terbongkar, setelah Direktorat Tindak Pindana Narkoba menangkap tiga tersangka pengedar sabu yakni YH, warga negara Cina; LT, warga negara Taiwan, dan RP, warga negara Indonesia. Mereka merupakan orang suruhan Asiong untuk mengedarkan sabu.

    Ketiganya ditangkap di kamar 22009 Aston Pluit, Jakarta Utara, Senin, 6 Januari 2014, pukul 14.00. Dari penangkapan ini, petugas berhasil menyita 8 kilogram sabu asal Hongkong. Sabu ini berkualitas tinggi yang diperkirakan memiliki harga sekitar Rp 1,7 miliar per kilogramnya.

    "Ketiganya mengaku dikendalikan oleh Asiong, napi di LP Cipinang. Kalau mereka tidak tertangkap, pengendalian Asiong tidak akan terbongkar," ujarnya.

    Pada 5 Agustus tahun lalu, Direktorat Tindak Pidana Narkoba menggerebek pabrik pembuat sabu di dalam Lembaga Permasyarakatan Narkotik Cipinang. Pembuatan pabrik sabu itu ternyata didalangi oleh Freddy Budiman. Freddy merupakan terpidana mati kasus peredaran 1,4 juta ekstasi.

    AFRILIA SURYANIS



    Baca juga:

    Detik-detik Penggerebekan di Ciputat Versi Warga

    Polisi Sarankan Tukang Tambal Ban Dilarang

    Setelah Dikritik, Ahok Memilih Naik Taksi

    Masjid Digusur, Warga Akan 'Ngungsi' ke Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.