Jakarta Banjir, KRL Bogor dan Depok Terganggu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta listrik tidak dapat beroperasi akibat banjir yang melanda Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (17/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Kereta listrik tidak dapat beroperasi akibat banjir yang melanda Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (17/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Ibu Kota turut mempengaruhi perjalanan kereta api commuter. Pihak humas PT KJC, Eva Chairunnisa, menyatakan imbas banjir yang terjadi di kawasan Jakarta Barat membuat kereta yang berasal dari Depok dan Bogor tidak dapat beroperasi penuh. “Ditutup sejak pukul 10.20 tadi karena sebagian jalur terendam banjir,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 8 Januari 2014.

    Eva mengatakan, penutupan jalur kereta api itu terjadi tepat di antara Stasiun Kampung Bandan dan kawasan Stasiun Rajawali. Penutupan itu membuat kereta dari Depok dan Bogor hanya melayani penumpang hingga Kampung Bandan. Penumpang yang hendak menuju Jatinegara seperti biasa diminta mencari transportasi alternatif untuk mengantisipasi penutupan itu.

    Adapun untuk arah sebaliknya, PT KJC hanya melayani kereta api dari Stasiun Jatinegara sampai Stasiun Kemayoran. Pengguna kereta bisa mencari alternatif transportasi massal lainnya untuk mengangkut mereka menuju Kampung Bandan jika hendak menggunakan KRL menuju Depok atau Bogor.

    Eva menyatakan jalur kereta itu akan kembali beroperasi secara normal setelah banjir yang merendam rel kereta api sudah surut. “Kami mohon maaf atas gangguan perjalanan KRL ini,” kata dia.

    DIMAS SIREGAR

    Berita Terpopuler
    Satu Lagi, Penampilan Saltum Agnes Monica 
    Abraham Samad Marah Anas Mangkir Diperiksa KPK 
    U
    ang Suap Rudi Mengalir ke Sutan Bhatoegana
    Anas Sudah di Area Gedung KPK, Kenapa Tak Masuk?  
    Soal Pacar Cut Tari, Farhat Abbas Yakin Benar  


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.