Warga Bogor Berbondong-bondong Daftar ke BPJS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga mendaftar untuk berobat dengan sistem BPJS di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta (2/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Seorang warga mendaftar untuk berobat dengan sistem BPJS di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta (2/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Bogor - Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) memang baru satu pekan diluncurkan pemerintah. Namun, program ini cukup diminati masyarakat Bogor. Tercatat sudah ada 326.516 jiwa yang terdaftar mengikuti program tersebut di Kantor Cabang Utama BPJS Kesehatan Bogor.

    Kepala Pemasaran BPJS Kesehatan Cabang Bogor Rani Mardiani mengatakan, setelah diluncurkannya program tersebut, masyarakat berbondong-bondong mendaftar JKN Kesehatan. "Dalam satu hari rata-rata sekitar 200-300 orang yang datang ke kami untuk mendaftar atau mengurus program ini," kata Rani, Rabu, 8 Januari 2014. (Baca juga: Baru tiga kabupaten di Jawa Timur daftar JKN)

    Rani menyebutkan, dari 326.516 peserta tersebut, sebanyak 924 jiwa menjadi peserta BPJS Mandiri, 79.325 orang dari PNS termasuk TNI dan Polri, serta 246.267 jiwa peserta Jamkesmas yang terdaftar secara otomatis dalam program BPJS di wilayah Bogor. "Semua anggota masyarakat yang sudah terdaftar dan menjadi peserta sudah kami jamin, jika sakit, mereka dirawat di rumah sakit oleh BPJS, namun sesuai dengan klasifikasi atau kelasnya masing-masing," Rani menambahkan.

    Adapun Kepala Kepesertaan dan Keanggotaan BPJS Kantor Utama Bogor mengatakan, sebagian besar anggota yang terdaftar dalam program BPJS ini keanggotaannya (preminya) mengambil untuk kelas tiga. "Sekitar 70 hingga 80 persen premi mereka hanya kelas tiga, sisanya untuk kelas dua dan kelas satu," kata dia.

    Menurut dia, BPJS Kantor Utama Bogor ini mencakup pelayanan untuk tiga wilayah, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok. "Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena kartu dan kepesertaan BPJS berlaku untuk nasional. Jadi bisa digunakan untuk semua rumah sakit di seluruh Indonesia yang sudah bekerja sama," kata dia.

    M SIDIK PERMANA

    Berita lainnya:
    Ribut Air Mandi, Adik Tikam Kakak Hingga Tewas
    Jokowi Mau Komplain, JKN Tak Seperti KJS
    Asiong, Jaringan Freddy Budiman di Cipinang
    Pengelola Bandara Sesalkan Wali Kota Tangerang
    Jokowi Tegaskan Terminal Lebak Bulus Harus Ditutup


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?