Jokowi Larang Transjakarta Naikkan Tarif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tinjau Bus Baru, Jokowi dan Hatta Rajasa Naik Bus Transjakarta

    Tinjau Bus Baru, Jokowi dan Hatta Rajasa Naik Bus Transjakarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan bahwa PT Transjakarta tidak boleh menaikkan tarif penumpang. Berubahnya status unit pengelola (UP) menjadi badan usaha milik daerah PT Transjakarta tak lantas membuat perusahaan harus mengejar keuntungan melalui kenaikan tarif.

    "Meskipun kalau perseroan ada orientasi keuntungan, pelayanan tetap nomor satu," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 8 Januari 2014. Tarif Transjakarta memang belum pernah naik selama sembilan tahun. Sejak pertama beroperasi pada 2005, harga tiket Transjakarta tetap Rp 3.500.

    Jokowi tak keberatan jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus menambah besaran subsidi kepada Transjakarta agar bisa menjual tiket dengan harga murah. Dia berharap subsidi itu bisa membuat warga semakin tertarik menggunakan Transjakarta. "Subsidi kalau besar tetapi bisa mengurangi kemacetan, itu yang kami cari," ujar Jokowi.

    Selain memberi subsidi operasional bagi Transjakarta, Pemprov DKI Jakarta juga akan menambah jumlah bus-bus baru. Pada 2013 kemarin, pemerintah membeli 656 bus Transjakarta dan bus sedang. Bus-bus itu sudah datang secara bertahap sejak akhir Desember 2013 hingga Januari 2014.

    Adapun pada 2014, pemerintah berencana membeli lagi 1.000 bus Transjakarta dan 3.000 bus sedang. "Kalau dalam setahun hanya membeli 20, buat apa? Yang rusak juga ada 10," kata Jokowi. Oleh sebab itu, pemerintah ingin membeli bus sekaligus dalam jumlah besar. "Kalau mau fokus, ya, seperti itu, jangan diecer-ecer," katanya.

    ANGGRITA DESYANI

    Baca juga:
    Ribut Air Mandi, Adik Tikam Kakak Hingga Tewas
    Jokowi Mau Komplain, JKN Tak Seperti KJS
    Asiong, Jaringan Freddy Budiman di Cipinang
    Jokowi Tegaskan Terminal Lebak Bulus Harus Ditutup


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.