BMKG: Curah Hujan Jabodetabek Masih Normal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga berjalan di atas rel yang tergenang air di Kawasan Kampung Bandan, Jakarta, Rabu (8/1). Hujan yang mengguyur Jakarta sejak pagi mengakibatkan jalur KRL antara Kampung Bandan - Rajawali tergenang air sehingga PT Commuter Jabodetabek (KCJ) menutup sementara jalur tersebut. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Seorang warga berjalan di atas rel yang tergenang air di Kawasan Kampung Bandan, Jakarta, Rabu (8/1). Hujan yang mengguyur Jakarta sejak pagi mengakibatkan jalur KRL antara Kampung Bandan - Rajawali tergenang air sehingga PT Commuter Jabodetabek (KCJ) menutup sementara jalur tersebut. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Mulyono R. Prabowo menilai kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi belum memerlukan rekayasa hujan. "Curah hujannya (Januari 2014) masih normal," kata Mulyono kepada Tempo, Kamis, 9 Januari 2014.

    Dia menyatakan, pada bulan Januari ini curah hujan mencapai 300-400 milimeter per bulan. Namun, kata dia, keputusan ihwal ada-tidaknya rekayasa cuaca tidak berada di tangan BMKG.

    Menurut Mulyono, yang justru diperhatikan adalah soal kondisi permukaan tanah saat hujan turun. "Kondisi permukaan tanah sudah banyak berubah," ujar dia. Saat ini, menurut dia, daerah resapan air sudah banyak berkurang sehingga air menggenang ketika hujan turun. "Padahal intensitas curah hujan yang turun normal," ujar dia.

    Karena itu, kata Mulyono, perbaikan kontur tanah lebih diperlukan dibandingkan dengan rekayasa cuaca. "Daerah resapan yang perlu diperluas," ujar dia.

    Akibat hujan yang turun sejak Selasa malam, Rabu 8 Januari 2014, sejumlah kawasan di DKI Jakarta tergenang air. BMKG mencatat, di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, kemarin, curah hujan mencapai 63 milimeter per hari. Di Kemayoran, Jakarta Pusat, curah hujan 100 milimeter per hari dan di Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekitar 73 milimeter per hari. "Namun hari ini intensitas akan lebih rendah," ujar dia.(Baca:Jakarta Masih Diguyur Hujan)

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Terpopuler
    Lebak Bulus 'Kehilangan' Rp 2 Juta Per Hari 
    Polisi Dukung Terminal Lebak Bulus Ditutup 
    Terminal Lebak Bulus Ditutup Pertengahan Januari 
    Tiba-tiba Jatuh, Gadis Ini Ternyata Ditusuk  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.