Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

FSGI: Tidak Semua Guru Perlu Tes Ulang  

Editor

Zed abidien

image-gnews
Seorang pengawas menjaga jalannya tes seleksi lelang jabatan tahap dua di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (7/5). Tes dimulai pada pukul 08.00 WIB dan dibagi menjadi dua sesi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Seorang pengawas menjaga jalannya tes seleksi lelang jabatan tahap dua di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (7/5). Tes dimulai pada pukul 08.00 WIB dan dibagi menjadi dua sesi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia, Retno Listyarti, menyatakan tes ulang dalam seleksi terbuka jabatan kepala sekolah tidak perlu diikuti seluruh guru.

Menurut dia, ujian ulang itu hanya perlu diikuti oleh peserta-peserta yang diduga melakukan kecurangan dalam ujian yang pertama. “Jadi cuma yang terbukti, tidak perlu semua tes ulang,” katanya saat dihubungi, Kamis, 9 Januari 2014.

Sebelummya, Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menyatakan akan kembali menggelar pelaksanaan lelang jabatan kepala sekolah. Proses seleksi ulang itu dilakukan setelah banyaknya aduan dugaan kecurangan saat proses tes yang pertama beberapa waktu lalu. Seleksi ulang yang akan digelar ini nantinya bakal melibatkan aparat kepolisian sebagai tim penilai.

Menurut Retno, tes bagi yang terindikasi melakukan kecurangan juga untuk menyelamatkan kredibilitas ujian yang diselenggarakan Pemprov DKI. “Kalau diulang semua berarti memang tes itu yang tidak kredibel, padahal kan tidak semua yang berbuat curang,” katanya. Karena itu, dia menyatakan cuma peserta terindikasi curang yang perlu diujikan kembali.

Retno mengatakan, peserta yang terindikasi melakukan kecurangan sebagian besar adalah kepala sekolah yang sebelum tes mengikuti pendidikan di sejumlah tempat. Dugaan itu kian kuat setelah sebagian besar dari peserta tes itu mendapatkan nilai yang sangat tinggi. “Diteliti lagi saja nilainya dan dilihat secara statistik, jadi bisa ketahuan dari statistik nilai tersebut,” ujar dia.

Setelah itu, komponen soal yang terindikasi sudah diketahui peserta sebelum ujian dimulai juga harus diganti. Dia yakin, cara itu cukup efektif untuk memberi bukti bahwa terdapat kecurangan-kecurangan yang dilakukan sistemik saat ujian sebelumnya. “Dan bagus juga kalau melibatkan polisi karena ada pihak ketiga yang mengawasi langsung,” kata dia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Adapun soal kelanjutan investigasi, Retno menyerahkan sepenuhnya masalah itu kepada Pemprov DKI. Dia yakin pemerintah sudah memikirkan masak-masak dalam memberikan kesempatan ujian ulang berikutnya. “Kalau menurut kami, sebaiknya yang curang langsung gugur saja, tapi mungkin Pak Wakil Gubernur punya pertimbangan lain, jadi terserah Pemprov DKI saja,” katanya.

DIMAS SIREGAR


Berita Terpopuler:

KPK Tak Ambil Pusing Ulah Anas Urbaningrum 
Dipanggil KPK, Anas Telepon Ibunya 
Ma'mun: Akan Ada Kejutan Hari Ini 
Jubir PPI Minta Maaf ke Denny Indrayana  


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Perkiraan Cuaca BMKG: Hujan dan Petir Akan Melanda Jakarta

10 Desember 2018

Ilustrasi hujan di Jakarta. TEMPO/Frannoto
Perkiraan Cuaca BMKG: Hujan dan Petir Akan Melanda Jakarta

BMKG membuat perkiraan cuaca dimana hujan disertai petir dan angin kencang akan melanda Jakarta.


Korban Crane Ambruk di Kemayoran Jadi Pengungsi Sementara

7 Desember 2018

Sebuah crane ambruk menimpa rumah di Jalan Gelindra RT 01 RW 08, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018. Rumah korban, Husin, 56 tahun, hancur. Husin dan tiga anggota keluarganya mengalami luka-luka. TEMPO/Francisca Christy Rosana
Korban Crane Ambruk di Kemayoran Jadi Pengungsi Sementara

Operator crane ambruk menyewa sebuah rumah untuk ditempati keluarga Husin yang rumahnya rusak tertimpa crane.


Anies Baswedan Buat Aturan Baru, Tim Pembebasan Lahan Dapat Honor

5 Desember 2018

Pembebasan salah satu lahan sengketa oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno beserta pemilik lahan, Mahesh, di area proyek pembangunan Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta Selatan. 20 Oktober 2017. Tempo/Zara
Anies Baswedan Buat Aturan Baru, Tim Pembebasan Lahan Dapat Honor

Pergub 127 yang diteken Gubernur Anies Baswedan diharapkan mampu mempercepat program pembebasan lahan yang selama ini tersendat.


Bos Sarana Jaya Ingin Sulap Tanah Abang Seperti SCBD 8 Tahun Lagi

23 Oktober 2018

Suasana pembangunan proyek Jembatan Penyeberangan Multiguna atau Skybridge Tanah Abang di Jakarta, Ahad, 14 Oktober 2018. PD Pembangunan Sarana Jaya akan mulai mengfungsikan Skybridge Tanah Abang pada esok hari, Senin, 15 Oktober 2018. ANTARA/Reno Esnir
Bos Sarana Jaya Ingin Sulap Tanah Abang Seperti SCBD 8 Tahun Lagi

Desain penataan Tanah Abang menjadi seperti kawasan SCBD Jakarta, masih digarap dan ditargetkan selesai tahun ini


DKI Bantah Gunungan Sampah Muara Baru Imbas Konflik dengan Bekasi

22 Oktober 2018

Truk kapasitas 12 ton milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengangkut sampah di TPS Muara Baru, Penjaringan, yang menggunung usai kisruh dana hibah Bekasi, Senin 22 Oktober 2018. Tempo/Imam Hamdi
DKI Bantah Gunungan Sampah Muara Baru Imbas Konflik dengan Bekasi

Dinas LH menjelaskan tumpukan sampah karena truk di Jakarta Utara sedang perawatan oleh agen tunggal pemegang merek (ATPM).


Dinas LH: DKI Tetap Butuh Bantargebang Meski ITF Sunter Dibangun

22 Oktober 2018

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meresmikan pencanangan Fasilitas Pengolahan Sampah dalam Kota (ITF) di Sunter, Jakarta Utara, Minggu, 20 Mei 2018. TEMPO/Syafiul Hadi
Dinas LH: DKI Tetap Butuh Bantargebang Meski ITF Sunter Dibangun

ITF Sunter hanya mengelola 2.200 ton sampah per hari dan 10 % residu harus dibuang ke Bantargebang.


Koalisi Masyarakat Dukung Rencana DKI Stop Eksploitasi Air Tanah

16 Oktober 2018

Warga rusun Tambora mengambil air tanah karena mengalami kesulitan air bersih di Rumah Susun Tambora II di Jakarta, Senin (17/12). Warga rusun Tambora mengeluhkan selama sebulan terakhir mengalami kesulitan air bersih untuk konsumsi sehari-hari. TEMPO/Tony Hartawan
Koalisi Masyarakat Dukung Rencana DKI Stop Eksploitasi Air Tanah

Penghentian eksploitasi air tanah, kata Koalisi Masyarakat, bisa menekan penurunan permukaan tanah di Ibu Kota.


Pemerintah DKI Susun Aturan Penghentian Eksploitasi Air Tanah

16 Oktober 2018

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai memimpin apel pagi Pengawasan Terpadu Sumur Resapan, Instalasi Pengolahan Air Limbah, dan Air Tanah di Intiland Tower, Jumat, 16 Maret 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.
Pemerintah DKI Susun Aturan Penghentian Eksploitasi Air Tanah

DKI mengusulkan anggaran Rp 1,2 triliun untuk perluasan jaringan pipa air bersih menekan eksploitasi air tanah.


Rekayasa Lalu Lintas, Jalan Wahid Hasyim Bakal Satu Arah

1 Oktober 2018

Aktivis Koalisi Pejalan Kaki melakukan aksi Tamasya Trotoar Kita di kawasan Sarinah, Jakarta, Minggu, 24 Juni 2018. Aksi menyusuri jalanan Ibu Kota tersebut untuk mengkritisi fungsi trotoar yang banyak digunakan sebagai tempat parkir kendaraan dan berdagang. ANTARA/Puspa Perwitasari
Rekayasa Lalu Lintas, Jalan Wahid Hasyim Bakal Satu Arah

Uji coba rekayasa lalu lintas dilakukan pada 8 Oktober hingga 23 Oktober nanti.


Siap-siap Musim Hujan, 129 Kelurahan di DKI yang Terancam Banjir

13 September 2018

Ilustrasi banjir Jakarta. TEMPO/Ary Setiawan
Siap-siap Musim Hujan, 129 Kelurahan di DKI yang Terancam Banjir

Balai Besar menjelaskan, wilayah yang berpotensi terendam banjir di Jakarta berada di daerah aliran sungai yang belum dinormalisasi.