Jokowi Akan Hadiri Ulang Tahun PDI Perjuangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua anak berpose di samping Gubernur DKI Jakarta Jokowi usai menyaksikan Pertunjukan seni Gema Nusantara karya Bagong Kussudiardja dalam Perjalanan menjadi Indonesia di TIM, Cikini, Jakarta (28/11).  TEMPO/Dasril Roszandi

    Dua anak berpose di samping Gubernur DKI Jakarta Jokowi usai menyaksikan Pertunjukan seni Gema Nusantara karya Bagong Kussudiardja dalam Perjalanan menjadi Indonesia di TIM, Cikini, Jakarta (28/11). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berencana datang ke ulang tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang ke-41. Acara peringatan berdirinya PDI Perjuangan ini akan dihelat di kantor pusat, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Januari 2014.

    "Iya, nanti datang. Ini mau ngopi-ngopi dulu," kata Jokowi di Balai Kota, Jumat, 10 Januari 2014, seusai gowes dari rumah dinasnya. Dari undangan yang diterima wartawan, acara tersebut akan dibuka pukul 08.30 WIB.

    Dalam ulang tahun ini, petinggi-petinggi PDI Perjuangan, seperti Tjahjo Kumolo dan Puan Maharani, dijadwalkan hadir. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga akan hadir.

    Jokowi mengaku agenda partai tidak akan mengganggu kinerjanya sebagai Gubernur DKi Jakarta. "Saya bisa kerja sampai malam, sabtu-minggu juga kerja," ujarnya.

    Bahkan, pada 2014 yang identik dengan tahun politik, mantan Wali Kota Solo ini menegaskan akan tetap fokus ke Jakarta. "Kalian tahu kan saya setiap hari blusukan ke mana," ujarnya kepada wartawan.

    SYAILENDRA

    Berita Lain:
    Elektabilitas PKB Naik karena Rhoma Irama
    Rano Karno Luncurkan JKN untuk Masyarakat Banten
    Tekuk Osasuna, Arbeloa: Madrid Harus Tetap Waspada
    SBY Tolak Gelar Jenderal, Pengamat: : Ini Aneh
    Lalu Lintas Menuju Bandara Halim Lancar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.