Terminal Lebak Bulus Mulai Sepi Penumpang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang bus antara kota di Terminal Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) Lebak Bulus, Jakarta Selatan, (06/01). Hari ini merupakan hari terakhir beroperasinya terminal Lebak Bulus. Tempo/Dian Triyuli handoko

    Sejumlah calon penumpang bus antara kota di Terminal Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) Lebak Bulus, Jakarta Selatan, (06/01). Hari ini merupakan hari terakhir beroperasinya terminal Lebak Bulus. Tempo/Dian Triyuli handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivitas Terminal Lebak Bulus pada akhir pekan tetap normal. Bus-bus antarkota dan antarprovinsi (AKAP) tetap melayani penumpang seperti biasa. Namun, jumlah penumpang yang mendatangi Lebak Bulus pada akhir pekan berkurang drastis. Tak ada lagi antrean penumpang di mulut-mulut pintu bus yang baru tiba. Tadi malam, banyak loket tutup lebih awal karena sudah tak ada lagi penumpang yang datang.

    "Tadi malam benar-benar kelihatan banget, bisa turun lebih dari 50 persen, sepi sekali," ujar Miftah, 34 tahun, salah satu pegawai loket salah satu perusahaanotobus kepada Tempo, Sabtu, 11 Januari 2014. Bisa jadi ini adalah akhir pekan terakhir untuk Terminal Lebak Bulus. Beredar kabar, pada 15 Januari, penggusuran terminal akan kembali dilakukan.

    Ia menyatakan biasanya penumpang berdesakan di terminal untuk menunggu bus tujuan tertentu pada akhir pekan. "Biasanya yang ke Tasik, Cirebon, atau Purwokerto sampai berebut, kemarin kosong," ujarnya.

    Menurutnya, banyak penumpang sudah mulai beralih ke terminal lain dan tak lagi menjadikan Terminal Lebak Bulus sebagai titik keberangkatan. "Mereka tahunya, di sini sudah tutup," ujar dia.

    Salah seorang penumpang tujuan Bandung yang kerap menggunakan bus tujuan Garut atau Tasik mengatakan hal serupa pada Tempo. "Saya kira Lebak Bulus sudah tutup," ujar Anisa, 27 tahun. Ia sempat berencana pulang melalui Terminal Kampung Rambutan tadi malam, sebelum mendapat informasi bahwa Lebak Bulus masih beroperasi seperti biasa. "Sayang sekali kalau tutup," ujarnya.

    Ketua Koperasi Karyawan Bus AKAP (Kowanbusata) Sumardi menyatakan, Terminal Lebak Bulus harus dipertahankan. "Trayek ini sudah jadi kayak legenda, orang dari luar kota, bilangnya enggak ke Jakarta, tapi ke Lebak Bulus," ujar dia.

    Menurutnya, terminal yang didirikan pada 1990 ini punya nilai sejarah yang tinggi. Terminal ini menampung bus buangan dari Terminal Pulogadung yang kelebihan jumlah trayek. Berkembang menjadi sebuah terminal yang hidup, Lebak Bulus menjadi tempat mencari nafkah 1.300 orang dan melayani belasan ribu penumpang tiap hari. "Masa kami mau dibuang lagi ke Pulogadung, itu enggak masuk di akal saya. Enggak masuk," katanya.

    M. ANDI PERDANA

    Topik Terhangat

    Terbang dari Halim | Pemanggilan Anas | Terminal Lebak Bulus | Elpiji Naik | Teroris Ciputat |

    Berita Terpopuler
    Sawo dan Kisah Keturunan Diponegoro yang Tercerai-berai
    Ariel Tatum, Terkenal dari Ari Lasso ke Al Ghazali  
    Landung Bacakan Drama Pangeran Diponegoro  
    Melanie Putria Geluti Maraton
    Apa Kata Psikolog Ratih Ibrahim Soal Farhat Abbas  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.