Sketsa Wajah Penembak Briptu Nurul Disebar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengerumuni TKP tewasnya Brigadir Satu Nurul Affandi, setelah ditembak seseorang yang akan merampok sepeda motor miliknya yang terparkir di depan warung rujak di Jalan Raya Klapanunggal,  Bogor (10/1). TEMPO/Sidik Permana

    Warga mengerumuni TKP tewasnya Brigadir Satu Nurul Affandi, setelah ditembak seseorang yang akan merampok sepeda motor miliknya yang terparkir di depan warung rujak di Jalan Raya Klapanunggal, Bogor (10/1). TEMPO/Sidik Permana

    TEMPO.CO, Bogor - Polisi secara intensif memeriksa Titin, 35 tahun, sebagai saksi kunci penembakan terhadap Brigadir Satu Nurul Affandi, anggota Reserse Kriminal Polisi Sektor Klapanunggal. Titin adalah pemilik warung gado-gado dan rujak tempat Briptu makan saat ditembak. Petugas Kepolisian Resor Bogor juga sudah menggambar sketsa wajah pelaku penembakan yang terjadi Jumat siang, 10 Januari 2014.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Bogor Ajun Komisaris Didik Purwanto mengatakan, berdasarkan sketsa wajah, pelaku penembakan memiliki ciri-ciri rambut ikal dengan potongan rapi dan warna kulit sawo matang. Usia pelaku diperkirakan antara 25 dan 40 tahun, bermata agak sipit, berhidung sedang, berbibir tipis, berwajah oval, bertinggi badan sekitar 170 sentimeter, dan berperawakan kurus.

    "Gambar atau sketsa pelaku penembahan terhadap anggota kami ini dibuat memiliki kemiripan hingga 80 persen dengan aslinya, dan ciri-ciri lain yang paling mendasar adalah pelaku memiliki logat bahasa dari seberang (Sumatera)," kata Didik.

    Didik mengatakan jajarannya saat ini sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, dan semua jajaran polsek dan polres terkait untuk menyebar sketsa wajah pelaku. "Sketsa wajah ini sudah kami sebar dan berkoordinasi dengan jajaran kepolisian lainya," kata dia.

    Sebelumnya, Brigadir Satu Nurul Affandi, anggota Reskrim Polsek Klapanunggal tewas setelah ditembak kepalanya dari jarak dua meter oleh pelaku perampokan yang hendak menggasak sepeda motor yang terparkir di depan warung milik Titin di Jalan Raya Narogong, Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jumat siang, 10 Januari 2014.

    Korban tewas meninggalkan satu orang istri bernama Lita Wahyuni, 26 tahun, dan baru saja dikaruniai seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Muhamad Zaidan.

    M SIDIK PERMANA

    Topik Terhangat

    Terbang dari Halim | Pemanggilan Anas | Terminal Lebak Bulus | Elpiji Naik | Teroris Ciputat |

    Berita Terpopuler
    Sawo dan Kisah Keturunan Diponegoro yang Tercerai-berai
    Ariel Tatum, Terkenal dari Ari Lasso ke Al Ghazali  
    Landung Bacakan Drama Pangeran Diponegoro  
    Melanie Putria Geluti Maraton
    Apa Kata Psikolog Ratih Ibrahim Soal Farhat Abbas  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.