Kasus ITC Mangga Dua, Terlapor Dipanggil Kejaksaan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ITC Mangga Dua, Jakarta. TEMPO/Andika Pradipta

    ITC Mangga Dua, Jakarta. TEMPO/Andika Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Konflik antara pedagang dan pengelola ITC Mangga Dua masih bergulir. Proses hukum yang melibatkan para terlapor telah sampai ke tahap P21 atau pemberkasan telah selesai dan siap dibawa ke kejaksaan.

    "Sekarang sudah sampai P21," kata Ketua Koperasi Pedagang Pasar Mangga Dua Mardianta kepada Tempo, Jumat, 10 Januari 2014. Dia mengaku heran karena kasus ini berjalan cepat padahal menurut mereka ada kejanggalan.

    Menurut Mardianta, pelapor adalah seorang karyawan yang disuruh pihak pengelola untuk melaporkan dirinya. Dalam kasus ini, pelapor atas nama Benediktus Keban. Dia melaporkan tiga orang pedagang yakni Ketua Koppas Madu Mardianta, Ketua Perhimpunan Pemilik Rumah Susun (PPRS) ITC Mangga Dua Haida Sutami, dan Sekretaris PPRS Suresh Karnani. Mereka dilaporkan atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan. "Padahal pelapor hanya orang suruhan," kata dia.

    Hal yang sama pun dituturkan Ketua PPRS ITC Mangga Dua Haida Sutami. Dia menyebutkan pelapor sama sekali tak ada kaitannya dengan konflik antara pedagang dan pengelola. "Dia hanya orang suruhan, tak ada di tempat saat kejadian," kata dia. Dia merasa janggal karena kasus yang dilaporkan ke Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara ini terus bergulir. "Tanggal 9 Januari kemarin kami sudah dipanggil kejaksaan," kata dia.

    Menurut Haida, sejak dilaporkan pada Agustus 2013, dia dan rekan-rekannya sudah bolak-balik dipanggil oleh kepolisian. "Mulai dari saksi sampai tersangka," kata dia. Karena tidak terima dengan proses yang ada, saat ini Haida dan rekan-rekannya menemui Komnas HAM untuk berkonsultasi.

    Kasus ini bermula dari pemadaman listrik yang dilakukan oleh pengelola ITC Mangga Dua sekitar bulan Juli 2013. Pemadaman ini menuai protes dari pedagang yang merasa sudah membayar iuran listrik secara rutin. Ketika hendak melaporkan pemadaman listrik tersebut, tak ada satu pun dari pihak pengelola yang bisa ditemui sehingga sempat terjadi kericuhan. Dari situ, ada kerusakan sebuah kaca yang berujung pada pelaporan ke pihak berwajib.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Lainnya:
    Daur, Baur: Album Terbaik 2013 Pilihan Tempo
    Prediksi 4 Titik Kemacetan di Sekitar Bandara Halim
    Razia Cabut Pentil Telah Dilupakan?
    Jokowi Prediksi Bandara Halim Padat Mulai Maret
    Citilink ke Halim Tak Pengaruhi Soekarno-Hatta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.