Ahok Baru Sekali ke Waduk Pluit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gebenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Wakil Gebenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO , Jakarta:Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku baru pertama kali mengunjungi Waduk Pluit di Jakarta Utara. Padahal waduk itu terletak dekat dari rumahnya di Kawasan Pantai Mutiara, Pluit. "Bagus ini," ucapnya seusai bertugas menjadi pembawa acara di acara ulang tahun salah satu stasiun televisi swasta, Sabtu, 11 Januari 2013.

    Ahok berharap bangunan tambahan di Rusun Muara Baru bisa segera rampung. Sehingga warga di yang tinggl di bagian timur waduk bisa segera dipindahkan. Dia mengakui relokasi itu pasti mendapat perlawanan dari warga. "Tetapi ini bahaya sekali kalau sampai ambrol, bisa seperti tsunami," katanya.

    Ahok tak keberatan jika warga menganggap pemerintah berlaku tak adil dengan meminta mereka pindah. "Seperti anak yang marah pada orang tuanya, nanti juga lama-lama mengerti kalau itu lebih baik buat mereka," katanya.

    Waduk seluas 80 hektare itu kini memang sedang dibenahi. Namun sekitar 20 persennya masih diokupasi warga yang mendirikan bangunan di atas waduk.

    Kini, sisi barat waduk sudah terlihat rapi dan menjadi taman. Pantauan Tempo, warga ramai mendatangi taman di akhir pekan. Pada sore hari, banyak keluarga yang bermain otopet, layang-layang dan bersepeda. Ada pula yang sekedar datang mengobrol dan menyuapi anak mereka.

    Salah satu petugas keamanan Herry, mengatakan taman itu baru ramai didatangi pada akhir pekan. "Sudah ramai sejak sekitar tiga bulam lalu waktu tamannya mulai rapi," katanya.

    Sejumlah pedagang kaki lima juga terlihat berjajar di pinggir taman. Mereka mengenakan seragam kaos merah bertulisan Persatuan Pedagang Taman Waduk Pluit.

    ANGGRITA DESYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.