Ada Tim Khusus yang Merancang Jokowi Blusukan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau Rumah Susun Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta, (26/10). Jokowi berjanji melakukan perbaikan beberapa pompa air dan pengecatan ulang Rustanti ini. ANTARA/Dhoni Setiawan

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau Rumah Susun Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta, (26/10). Jokowi berjanji melakukan perbaikan beberapa pompa air dan pengecatan ulang Rustanti ini. ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo punya gaya khas dalam memimpin Ibu Kota. Mantan Wali Kota Solo ini hobi blusukan, masuk ke kampung-kampung Jakarta untuk menyapa warga.

    Blusukan, seperti diakui Jokowi, bukan tanpa perencanaan. "Bahkan ada tim belakang layar yang menentukan ke mana dia blusukan," kata Heru Budi Hartono, Kepala Biro Kepala Daerah dan Hubungan Luar Negeri DKI Jakarta.

    Heru merupakan orang di belakang Jokowi untuk merancang lokasi yang akan didatangi Jokowi. "Blusukan harus terkonsep agar bisa menyentuh akar masalah," kata Heru kepada Tempo pada Sabtu malam, 11 Januari 2014. Menurut Heru, esensi blusukan adalah menemukan akar masalah dan solusinya.

    Heru menuturkan, Biro akan memetakan permasalahan yang ada di Ibu Kota. Isu tentunya dipilih yang sesuai dengan program kerja unggulan Jokowi. Lalu beberapa lokasi itu ditawarkan ke mantan Wali Kota Solo itu.

    "Tapi ada juga blusukan yang dadakan, dan ini jumlahnya lebih banyak," ujar Heru. Menurut Heru, untuk blusukan dadakan ini, hanya Jokowi yang tahu ke mana.

    Tak hanya urusan blusukan, Heru juga menangani soal jamuan makan siang Jokowi dengan warga. Dia mencatat, selama 2013, sudah enam kali Jokowi mengajak warga makan siang di kantornya. Biasanya warga yang diajak makan adalah mereka yang kena dampak program Jokowi secara langsung dan kerap menolak, sebut saja warga Waduk Pluit, Jakarta Utara. Makan bareng warga ini, menurut Heru, sangat efektif untuk mendengar masukan langsung dari masyarakat.

    Heru menjabat sebagai Kepala Biro pada 2013 lalu, dan mulai besok, Senin, 13 Januari 2014, dia akan menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Utara menggantikan Bambang Sugiyono, yang kini menduduki jabatan Asisten Sekretaris Daerah Bidang Kesejahteraan Masyarakat.

    SYAILENDRA

    Berita Lain:
    Hercules Emoh Dirawat di RS Polri
    Revolver Silver, Senjata Pembunuh Briptu Nurul
    Polisi Ringkus Tiga Perampok Bersaudara

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.