Hujan Sejak Dinihari, Katulampa Siaga Empat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Debit air di Bendungan Katulampa. TEMPO/Arihta U Surbakti

    Debit air di Bendungan Katulampa. TEMPO/Arihta U Surbakti

    TEMPO.CO, Bogor - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor berdampak pada peningkatan debit air di Sungai Ciliwung. Ketinggian air di Bendung Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, saat ini sudah mencapai 90 sentimeter. "Status siaga 4 banjir," kata penjaga Bendung Katulampa Kota Bogor, Andi Sudirman, Ahad, 12 Januari 2014.

    Menurut Andi, sejak dinihari tadi, hujan turun cukup merata di Bogor, termasuk di kawasan Puncak. Pada pukul 10.30, ketinggian air berada di level 90 sentimeter. Bahkan satu jam sebelumnya sempat menyentuh angka 100 sentimeter. "Sekarang bertahan di angka 90 sentimeter," katanya.

    Andi memperkirakan air dari Bogor ini akan tiba di Jakarta pada malam nanti. Untuk itu dia meminta masyarakat yang tinggal di pinggiran Sungai Ciliwung untuk waspada. Apalagi kawasan Puncak masih diguyur hujan. 

    Bendung Katulampa menjadi bendung yang memberikan peringatan akan ketinggian air Sungai Ciliwung kepada masyarakat yang tinggal di bantaran hilir sungai. Andi selalu berkoordinasi atau melaporkan setiap perkembangan ketinggian air di Bendung Katulampa kepada petugas penjaga Pintu Air Depok dan Manggarai. "Ini dilakukan agar wilayah Jakarta yang menjadi kawasan hilir lebih berhati-hati dan sudah siap dengan kedatangan air, terutama daerah yang berada di sepanjang aliran Sungai Ciliwung," kata dia.

    M SIDIK PERMANA.

    Berita lain:
    Operator di Waduk Pluit: Siaga Satu Lebay
    Hercules Emoh Dirawat di RS Polri
    Sketsa Wajah Penembak Briptu Nurul Disebar 
    Cium Tangan Mega, Jokowi: Itu Budaya Jawa 
    Jokowi Prediksi Bandara Halim Padat Mulai Maret 
    Polisi Ringkus Tiga Perampok Bersaudara
    Lagi, Satu Korban Tragedi Bintaro II Meninggal

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.