Warga Kampung Pulo Bersiap Hadapi Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berdiam dirumahnya yang dilanda banjir dikawasan Kampung Pulo, Jakarta, (6/12). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Warga berdiam dirumahnya yang dilanda banjir dikawasan Kampung Pulo, Jakarta, (6/12). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, sudah mulai berbenah diri untuk menghadapi datangnya banjir. Mereka memindahkan kendaraan roda dua miliknya ke dataran yang lebih tinggi. Sebagian memarkirnya di bahu Jalan Jatinegara Barat.

    Untung Subagjo, 52 tahun, warga RW 3, mengatakan banjir sudah mulai meninggi. Di rumahnya, yang berjarak 10 meter dari Kali Ciliwung, ketinggian air mencapai hampir 1 meter. "Kemungkinan sore ini akan bertambah lagi ketinggiannya karena kiriman dari Bogor," ucap dia kepada Tempo, Ahad, 12 Januari 2014 (lihat: Hujan Sejak Dinihari, Katulampa Siaga Empat).

    Ia menuturkan, air mulai meninggi sekitar jam 10 malam. Air kemudian sempat surut, tetapi meninggi lagi jam 8 pagi. "Banjir sudah menjadi langganan kami, jadi biasa saja tak perlu persiapan khusus. Cuma yang punya motor sudah dipindahkan ke daerah yang lebih tinggi."

    Suryanto, 51 tahun, warga lainnya, menyatakan saat ini ketinggian air mungkin jauh lebih meningkat karena sudah mencapai daerah yang lebih tinggi. Rumah yang berada di radius 50 meter dari bantaran kali saja sudah terkena banjir, dengan ketinggian air selutut orang dewasa. "Kemungkinan tingginya sudah mencapai 2,5 meter."

    ERWAN HERMAWAN

    Berita lain:
    Operator di Waduk Pluit: Siaga Satu Lebay
    Hercules Emoh Dirawat di RS Polri
    Cium Tangan Mega, Jokowi: Itu Budaya Jawa 
    Jokowi Prediksi Bandara Halim Padat Mulai Maret 
    Polisi Ringkus Tiga Perampok Bersaudara
    Lagi, Satu Korban Tragedi Bintaro II Meninggal
    Revolver Silver, Senjata Pembunuh Briptu Nurul


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.