Pintu Air Karet Sudah Siaga I

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pintu Air Karet, Kebon Melati, Jakarta Pusat. TEMPO/Panca Syurkani

    Pintu Air Karet, Kebon Melati, Jakarta Pusat. TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - Status ketinggian air di pintu air Karet mencapai 610 cm pada pukul 22.00, Minggu 12 Januari 2014. Artinya, memasuki tahap Siaga I atau kritis. Selain itu, Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta juga menyampaikan informasi bahwa ketinggian air di Pintu Manggarai mencapai 870 cm pada waktu yang sama. Ini artinya Siaga II atau rawan.

    Status air di pintu air utama lainnya antara lain: Katulampa mencapai 80 cm atau Siaga 3 yang artinya waspada pada pukul 21.00; Pesanggrahan 175 cm atau Siaga 3; Angke Hulu 280 cm atau Siaga 2; Cipinang Hulu 145 cm atau siaga 4 yang artinya normal; Sunter Hulu 175 cm atau Siaga 3; Pulogadung 615 cm atau Siaga 3; Depok 230 cm atau Siaga 3; Waduk Pluit malah sudah minus -150 cm; Pasar Ikan 127 cm atau Siaga 3; Krukut Hulu 180 cm atau Siaga 3. (Baca: Air Hingga Bibir Tanggul, Kanal Banjir Barat Aman)

    Debit air yang tinggi di wilayah Depok dan hujan yang terus turun di hampir seluruh wilayah DKI Jakarta hingga pukul 22.30 adalah penyebab naiknya ketinggian air di Pintu Manggarai. "Satu jam yang lalu bahkan sudah sampai 870 cm," kata Adi Widodo, 38, penanggung jawab Pintu Air Manggarai kepada Tempo di kantornya, Minggu, 12 Januari 2014.

    Diperkirakan, ketinggian air di Pintu Air Manggarai akan kembali bertambah pada Senin dini hari nanti. "Sekitar pukul 1 atau pukul 2, air dari Bogor mungkin sampai di sini." Namun Adi tidak dapat memastikan berapa ketinggian air di Manggarai jika air dari Bogor sudah sampai. "Kalau ditambah hujan lagi bisa-bisa lebih tinggi." Berdasarkan informasi yang dia terima, ketinggian air di Depok hingga pukul 19.00 tadi telah mencapai 280 cm alias siaga 2. (Baca:Air Kiriman dari Bogor Tiba di Manggarai Pukul 2)

    "Kami harap meski nanti ada tambahan air dari Bogor, tidak akan sampai mencapai siaga 1," kata Adi. Adapun akibat kenaikan status sejak siang, sejumlah wilayah di sekitar Bantara Ciliwung, seperti Kampung Pulo telah terendam banjir sejak Minggu malam tadi. Pantau berita banjir lainnya di sini.

    NIEKE INDRIETTA | PRAGA UTAMA



    Berita Lainnya:
    Kali Laya Depok Jebol, Ratusan Rumah Terendam
    Ciliwung Diperkirakan Meluap Selepas Tengah Malam
    Kali Meluap, Ratusan Rumah di Depok Tergenang
    Warga Kampung Pulo Bersiap Hadapi Banjir
    Khawatir Banjir, Jokowi Pantau Pintu Air


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.