Titik-titik Banjir di Jakarta Pagi Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir di jalur Kampung Melayu-Tebet setinggi lutut orang dewasa, 13 Januari 2013. Foto pembaca (Twitter @chenn_chenn)

    Banjir di jalur Kampung Melayu-Tebet setinggi lutut orang dewasa, 13 Januari 2013. Foto pembaca (Twitter @chenn_chenn)

    TEMPO.CO, Jakarta - Genangan air dan banjir muncul di berbagai sudut ibu kota. Hujan yang mengguyur Jakarta sejak Minggu siang, membuat beberapa ruas jalan tergenang air bahkan tak bisa dilewati sampai pagi ini. Kemungkinan, akan banyak terjadi titik-titik kemacetan di Jakarta.

    Berdasarkan informasi dari akun twitter milik TMC Polda Metro Jaya, Senin 13 Januari 2014 pagi ini, ada titik-titik genangan air. Ketinggiannya bervariasi, antara lain:

    -        Perumahan Pondok Arum Kota Tangerang, kedalaman mencapai 2 meter.

    -        Jalan Raya Jagakarsa (Pasar Lenteng Agung ) belum bisa dilintasi kendaraan.

    -        Di depan perumahan Vila Kelapa Dua Pos Pengumben Banjir tidak bisa di lalui kendaraan.

    -        Rusun Bidara Cina , Jakarta Timur, genangan air mencapai setengah meter.

    -        Lalu lintas di depan Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, tersendat imbas banjir di Pasar Cipulir.

    -        Jalan Karet Tengsin, Jakarta Pusat, banjir menacapai 50 sentimeter.

    -        Jalan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kendaraan tidak bisa melintas.

    -        Di depan Citraland Grogol, banjir setinggi 25 - 35 sentimeter.

    -        Jalan Tubagus Angke arah Pesing, Jakarta Barat air setinggi 30 - 40 sentimeter.

    -        Jalan Lebak Bulus III, Jakarta Selatan, genangan air mencapai 20 – 30 sentimeter

    TMC| ANTO


    Baca juga:

    Hujan Bubarkan Beragam Kampanye Jokowi Nyapres

    Dukung Pencapresan Jokowi, Ratusan Waria Pawai

    Jika Jokowi Nyapres, Ini Cawapres Pilihan Waria

    Waria: Jokowi Patut Diperjuangkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.