Banjir Ancam Jakarta Hingga Awal Februari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan menerobos genangan air saat banjir melanda kawasan Gunung Sahari, Jakarta, Rabu (8/1). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah kendaraan menerobos genangan air saat banjir melanda kawasan Gunung Sahari, Jakarta, Rabu (8/1). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Sub Bidang Cuaca Ekstrim Badan Meteorologi dan Geofisika, Kukuh Ribudiyanto, mengatakan agar masyarakat waspada terhadap potensi banjir. Terlebih, kata dia, puncak curah hujan tertinggi terjadi pada akhir bulan Januari hingga awal Februari. “Harus waspada juga pada tanggal 16 dan 17 Januari akan terjadi pasang di laut. Kalau ada hujan maka aliran airnya akan terhambat karena permukaan air laut lebih tinggi,” kata, Senin, 13 Januari 2014.

    Kukuh memperkirakan ketinggian air laut kala pasang mencapai 1,5 meter. Sehingga, daerah rawan banjir tetap harus waspada sampai akhir pekan ini. “Hujan memang tidak selebat dua hari terakhir ini, tapi harus tetap waspada karena cuaca juga bisa berubah,” ujar Kukuh.

    Ia memperkirakan hujan masih terjadi dengan intensitas cukup tinggi di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Utara hingga tiga hari ke depan. Sementara wilayah lain sudah mengalami penurunan intesitas curah hujan.

    Hujan yang mengguyur sejak Minggu siang kemarin menyebabkan sebagian wilayah Ibu Kota banjir. Hingga pagi ini sejumlah ruas jalan Jakarta masih tergenang air. Bahkan sejumlah jalan masih belum bisa dilewati hingga berpotensi menimbulkan kemacetan.

    NURUL MAHMUDAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.