Banjir di Ciledug, Sepeda Motor Naik Gerobak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor mendorong motornya yang terjebak banjir di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, Selasa (31/12). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Pengendara sepeda motor mendorong motornya yang terjebak banjir di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, Selasa (31/12). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang - Arus lalu lintas menuju Jalan Ciledug Raya dari Kota Tangerang terputus akibat banjir yang menggenangi perumahan Ciledug Indah I sejak semalam, 12 Januari 2014. Genangan setinggi 50 meter terjadi di ruas jalan di depan perumahan. "Di dalam kompleksnya, air sudah mencapai dua meter," kata warga perumahan Ciledug Indah I, Saleh Badaruddin, 45 tahun, di lokasi, Senin, 13 Januari 2014.

    Curah hujan yang tinggi membuat Kali Angke dan Kali Pesanggrahan meluap sehingga mengaikbatkan banjir di sejumlah kawasan permukiman, seperti perumahan Ciledug Indah I, Pinang Griya, dan Pondok Bahar Permai. Baik warga perumahan maupun yang ingin menuju Kota Tangerang harus menyewa gerobak untuk menyeberangi genangan. Tarif sewa gerobak Rp 15 ribu untuk tiap individu dan Rp 40 ribu untuk motor. "Kami sudah menjadi langganan banjir setiap awal tahun," kata Ade Nurmala, 32 tahun, warga Ciledug Indah I.

    Menurut Ade, banjir kali ini tergolong parah. Alasannya, banjir juga terjadi di beberapa titik di jalur alternatif pengalihan dari Kota Tangerang menuju Ciledug atau Jakarta. Arus yang semula dialihkan melalui jalan perumahan Graha Raya yang tembus hingga Jalan Raya Serpong tak lagi berfungsi seperti saat banjir sebelumnya. "Dari Graha Raya, tukang ojek juga kebanyakan menolak mengangkut penumpang ke Ciledug," ujar Ade.

    LINDA HAIRANI

    Baca juga:
    Hujan Bubarkan Beragam Kampanye Jokowi Nyapres

    Dukung Pencapresan Jokowi, Ratusan Waria Pawai

    Jika Jokowi Nyapres, Ini Cawapres Pilihan Waria

    Waria: Jokowi Patut Diperjuangkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.