Banjir Satu Meter di Kapuk Muara Belum Juga Surut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berusaha melewati terjangan banjir yang mulai memasuki pemukiman mereka dikawasan Bukit Duri, Jakarta, (12/1). Hujan yang mengguyur Ibukota sejak pagi, mengakibatkan kawasan tersebut terendam banjir. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Warga berusaha melewati terjangan banjir yang mulai memasuki pemukiman mereka dikawasan Bukit Duri, Jakarta, (12/1). Hujan yang mengguyur Ibukota sejak pagi, mengakibatkan kawasan tersebut terendam banjir. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski hujan telah reda, hingga pagi ini masih ada sejumlah wilayah di DKI Jakarta yang masih terendam banjir. Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara, misalnya. Hingga saat ini, wilayah itu masih tergenang banjir setinggi satu meter.  "Sudah hampir rata ketinggian 1 meter," kata Lurah Kapuk Muara Purnomo, Senin, 13 Januari 2014.

    Menurut Purnomo, air banjir berasal dari luapan Kali Angke akibat hujan yang terus turun sejak kemarin. Air mulai naik merata sejak pukul 02.30 WIB dinihari tadi. "Air meluap tak tertahan," kata dia.

    Berdasarkan informasi yang dikumpulkan kelurahan, ada tiga RW yang paling terimbas banjir, yaitu RW 01, RW 04, dan RW 05. Sekitar 2.000 jiwa diperkirakan menghuni wilayah tersebut.

    Saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing. "Tapi kami sudah siapkan perahu karet untuk evakuasi," kata dia. Pihak kelurahan telah bekerja sama dengan Suku Dinas Sosial Jakarta Utara untuk memberikan bantuan berupa makanan kepada warga.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Terkait

    Banjir Jakarta, 5.000 Orang Mengungsi
    Sejumlah Perumahan Di Bekasi Terendam Banjir
    Banjir, PLN Padamkan 130 Gardu Listrik  
    21 Titik Banjir di Jakarta  
    Siklon Tropis Bisa Perparah Banjir Jakarta?  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.