BPBD Kesulitan Ungsikan Korban Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak bermain air saat daerahnya dilanda banjir di kawasan Kampung Melayu Kecil, Jakarta, (2/5). Banjir tersebut diakibatkan oleh meluapnya sungai Ciliwung karena hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak kemarin sore. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah anak bermain air saat daerahnya dilanda banjir di kawasan Kampung Melayu Kecil, Jakarta, (2/5). Banjir tersebut diakibatkan oleh meluapnya sungai Ciliwung karena hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak kemarin sore. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir melanda Ibu Kota akibat hujan deras yang turun sejak Ahad, 12 Januari 2014. Sejumlah kawasan yang sudah terendam antara lain Kampung Melayu, Bukit Duri, Pesanggrahan, Petogogan, Kembangan, dan Kedoya.

    Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengaku masih kesulitan mengajak warga mengungsi. "Mereka masih mengira banjir akan segera surut, jadi masih ingin bertahan di rumah," ujar Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian BPBD DKI Jakarta, Edy Junaedi Harahap, ketika ditemui pada Senin, 13 Januari 2014.

    Menurut dia, warga yang tempat tinggalnya menjadi langganan banjir lebih sulit dievakuasi. Banjir setinggi satu meter tak membuat mereka gentar. Mereka masih memilih tinggal di lantai dua rumahnya. "Begitu air semakin tinggi sampai sedada, baru mereka panik, padahal kalau sudah seperti itu kami mengevakuasinya juga sulit," katanya.

    Walhasil, baru pada Senin pagi warga mau dievakuasi ke pengungsian. Rata-rata sudah putus asa karena kehabisan makanan dan tidak lagi mendapat aliran listrik.

    Sampai saat ini, tercatat sudah ada 5.152 pengungsi akibat banjir. Mereka tersebar di 20 pengungsian yang berada di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. "Sudah 80 persen warga terkena banjir yang masuk pengungsian," kata Edy.

    ANGGRITA DESYANI

    Baca juga:

    Hujan Bubarkan Beragam Kampanye Jokowi Nyapres
    Dukung Pencapresan Jokowi, Ratusan Waria Pawai

    Jika Jokowi Nyapres, Ini Cawapres Pilihan Waria

    Waria: Jokowi Patut Diperjuangkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.