Alasan Jokowi Lantik Heru di Danau Cincin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Jakarta Utara yang baru Heru Budi Hartono (kanan) memberikan arahan kepada petugas kebersihan saat meninjau Waduk Cincin seusai pelantikan dan pengambilan sumpah di Waduk tersebut, Tanjung Priok, Jakarta Utara (13/1).  ANTARA/Zabur Karuru

    Walikota Jakarta Utara yang baru Heru Budi Hartono (kanan) memberikan arahan kepada petugas kebersihan saat meninjau Waduk Cincin seusai pelantikan dan pengambilan sumpah di Waduk tersebut, Tanjung Priok, Jakarta Utara (13/1). ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melantik Wali Kota Jakarta Utara yang baru di lokasi yang tidak biasa. Heru Budihartono dilantik di pinggir Danau Cincin yang lokasinya dekat dengan Taman BMW.

    "Saya sengaja melantik di sini," kata Jokowi saat ditemui di Danau Cincin, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 13 Januari 2014. Alasannya, kata dia, agar persoalan di lokasi tempat pelantikan tersebut dapat segera diselesaikan oleh wali kota yang baru.

    "Di sini (Taman BMW) kan sertifikatnya bermasalah," kata Jokowi. Sudah hampir 11 tahun, persoalan tersebut menggantung dan pembangunan stadion mangkrak. "Urusan ini harus segera diselesaikan oleh wali kota baru, stadion segera dibangun."

    Selain persoalan Taman BMW, Jokowi juga menitipkan agar Heru segera menyelesaikan juga persoalan di Waduk Pluit dan Marunda. Di Waduk Pluit, kata Jokowi, warga harus segera direlokasi ke rusun. Sementara Marunda, Jokowi meminta Heru dapat membantu pembebasan lahannya untuk dibangun rusun-rusun baru.

    Heru Budihartono dilantik sebagai Wali Kota Jakarta Utara menggantikan wali kota sebelumnya, Bambang Sugiyono. Bambang diangkat menjadi Asisten Sekretaris Daerah Bidang Kesejahteraan Masyarakat. Selama kurang lebih tiga bulan, posisi tersebut kosong.

    NINIS CHAIRUNNISA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.