Tikar dan Selimut untuk Korban Banjir Kurang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga kampung Dayeuhkolot mulai menempati posko pengungsi di kantor Desa Citeureup, Dayeuhkolot, Bandung, Jawa Barat, (8/4). Banjir Sungai Citarum saat ini meluas hingga menenggelamkan sekitar 65.000 rumah di tiga kecamatan. TEMPO/Prima Mulia

    Warga kampung Dayeuhkolot mulai menempati posko pengungsi di kantor Desa Citeureup, Dayeuhkolot, Bandung, Jawa Barat, (8/4). Banjir Sungai Citarum saat ini meluas hingga menenggelamkan sekitar 65.000 rumah di tiga kecamatan. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah korban banjir yang mengungsi dari rumah mereka di Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, saat ini mencapai sekitar 1.700 jiwa. Posko pengungsian di wilayah ini tersebar di empat titik. "Bantuan sudah datang, tapi masih kurang," ujar Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu, saat ditemui di posko Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Senin, 13 Januari 2014.

    Bantuan yang sudah datang meliputi bahan mentah makanan serta keperluan lainnya seperti tikar dan selimut. Namun Bambang mengatakan bantuan berupa pakaian dan pasokan air bersih masih kurang.

    Bantuan ini datang dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, serta Palang Merah Indonesia (PMI). Bambang mengatakan, bantuan berupa beras juga datang dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada pukul 00.00 kemarin.

    WITA ADELINA

    Baca juga:
    Hujan Bubarkan Beragam Kampanye Jokowi Nyapres

    Dukung Pencapresan Jokowi, Ratusan Waria Pawai

    Jika Jokowi Nyapres, Ini Cawapres Pilihan Waria

    Waria: Jokowi Patut Diperjuangkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.