Atasi Banjir, 300 Anggota TNI Perbaiki Kali Laya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga dan aparat TNI melakukan perbaikan di tanggul yang jebol akibat tidak kuat menahan aliran air Pesanggrahan, Jakarta, Rabu (18/8). Banjir yang merendam rumah warga hingga  setinggi 1,5 meter setelah hujan mengguyur wilayah tersebut sejak  kemarin,  Selasa, 17 Agustus 2010. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah warga dan aparat TNI melakukan perbaikan di tanggul yang jebol akibat tidak kuat menahan aliran air Pesanggrahan, Jakarta, Rabu (18/8). Banjir yang merendam rumah warga hingga setinggi 1,5 meter setelah hujan mengguyur wilayah tersebut sejak kemarin, Selasa, 17 Agustus 2010. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Depok - Sekitar 300 personel TNI dari Kodim 0508 Depok dan Kodam Jaya turun ke lokasi tanggul Kali Laya yang jebol di Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok, untuk membendung air yang meluap ke perumahan warga, Senin, 12 Januari 2014. Mereka akan memasang beronjong di lokasi tanggul yang jebol yang panjangnya delapan meter dengan ketinggian lima meter.

    "Personel ada tiga satuan setingkat kompi yang kami kerahkan," kata Dandim 0508 Depok Letnan Kolonel Infanteri Mohammad Zamroni di lokasi pemasangan beronjong, Senin, 13 Januari 2014.

    Selain TNI, Mako Brimob Kelapa Dua juga menurunkan puluhan pasukan Pelopor untuk bekerja bersama TNI. Petugas terlihat kesulitan dalam memasang beronjong karena air yang deras. Beronjong yang baru dipasang beberapa tumpuk terpaksa ditarik kembali. "Semalam sudah berhasil mengevakuasi warga. Sekarang kita membendung air," katanya.

    Karena itu, pasukan TNI yang dibantu beberapa anggota polisi itu membawa pipa untuk membendung air. Namun, lokasi tanggul yang jebol cukup jauh dari truk yang membawa pipa. Mereka tampak terengah-engah mengangkut lima pipa berukuran jumbo itu. "Harus membawa pipa untuk membendung air, beratnya 500 kilogram," katanya.

    Pengerjaan dimulai sekitar pukul 9.00. Sementara tiga dari lima pipa baru bisa dinaikkan ke atas tanggul pada sekitar pukul 12.00. Pipa itu akan dipasang secara horizontal untuk menyalurkan air ke kali yang terpotong. Dengan demikian, air yang akan mengalir ke perumahan bisa berkurang. "Fokus kita saat ini mengurangi air yang mengalir ke perumahan dulu. Setelah itu, kita pasang batu dan beronjong," katanya.

    Menurut dia, seluruh personel akan disiagakan hingga tujuh hari mendatang. Selain menurunkan ratusan personel, pihaknya juga memberikan bantuan berupa dua perahu karet yang digunakan untuk proses evakuasi. "Evakuasi semalam sampai pukul 00.00 WIB," katanya.

    Ketua RT 04 RW 01, Keluarahan Tugu, Muhammad Tohir Baraba, mengatakan hingga saat ini masih ada ratusan rumah yang terendam banjir. Banjir tidak akan berhenti sampai air yang mengalir dari Kali Laya itu dibendung. "Makanya untuk mengurangi debit air akan dipasang lima pipa, setelah itu akan dibuatkan beronjong," katanya.

    ILHAM TIRTA

    Baca juga:
    Hujan Bubarkan Beragam Kampanye Jokowi Nyapres

    Dukung Pencapresan Jokowi, Ratusan Waria Pawai

    Jika Jokowi Nyapres, Ini Cawapres Pilihan Waria

    Waria: Jokowi Patut Diperjuangkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.