BNPB: Banjir Lebih Besar Ancam Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Basarnas mengevakuasi korban banjir di kawasan Kampung Pulo, Jakarta (12/1). Banjir yang disebabkan tingginya curah hujan mengakibatkan ratusan rumah terendam dan ribuan jiwa diungsikan. ANTARA/M Agung Rajasa

    Petugas Basarnas mengevakuasi korban banjir di kawasan Kampung Pulo, Jakarta (12/1). Banjir yang disebabkan tingginya curah hujan mengakibatkan ratusan rumah terendam dan ribuan jiwa diungsikan. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta warga Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir. Pasalnya, saat ini curah hujan belum mencapai puncaknya. Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Sutopo Purwo Nugroho memperkirakan puncak musim hujan akan terjadi pada akhir Januari hingga pertengahan Februari 2014.

    Saat itu kemungkinan banjir yang lebih besar dibanding banjir kemarin dan hari ini akan terjadi. "Tapi kami meminta warga waspada dan tidak panik," kata Sutopo, Senin, 13 Januari 2014.

    Sutopo mengatakan, BNPB sudah mempersiapkan segala antisipasi jika bencana banjir terjadi nanti. Para personel BNPB dan alat bantuan telah disiapkan di titik-titik rawan banjir. Ia meminta supaya warga mengikuti arahan dan koordinasi BNPB. Misalnya, bila pemerintah menetapkan siaga dua banjir, warga mesti bersiap untuk dievakuasi. Dan bila sewaktu-waktu status banjir naik menjadi siaga satu, warga akan lebih cepat dievakuasi. "Karena jika ditingkatkan siaga satu, maka semua harus dievakuasi," katanya.

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebelumnya menyatakan telah mempersiapkan surat untuk menetapkan status siaga darurat banjir Ibu Kota. Kondisi siaga darurat bencana ditetapkan agar seluruh pihak yang memegang tanggung jawab bencana bisa mulai bergerak. "Ini belum darurat loh, ya," kata Jokowi. Dalam surat penetapan status siaga darurat tersebut, juga sudah termasuk pembahasan untuk rekayasa cuaca.

    Adapun Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta menyatakan sudah ada 31 kelurahan dan 18 kecamatan yang kini terendam. Jumlah pengungsi sendiri telah mencapai 5.152 pada pagi hari ini.

    ANGGA SUKMA WIJAYA



    Terpopuler:
    Bos Lion Air Jadi Wakil Ketua Umum PKB
    PDIP Tak Ingin Ada Kader Dompleng Jokowi
    Rhoma Irama Sebut Densus 88 Kurang ProfesionalMengapa KPK Tolak Anas Bawa Makanan Sendiri?
    Kejagung Tetapkan Lima Tersangka ATC Bandara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.