Banjir Dua Meter, Ribuan Warga Kedoya Mengungsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang isteri memberi makan suaminya setelah memindahkan barang berharga saat terkena banjir di kawasan Kedoya Selatan, Jakarta Barat, (25/11). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Seorang isteri memberi makan suaminya setelah memindahkan barang berharga saat terkena banjir di kawasan Kedoya Selatan, Jakarta Barat, (25/11). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Ribuan warga Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, terpaksa mengungsi akibat banjir setinggi dua meter. Lurah Kedoya Selatan, Silvi, menyatakan banjir membuat 1.550 kepala keluarga harus mengungsi karena air sudah terlalu tinggi. “Total ada sekitar 5.200 warga yang mengungsi akibat banjir tersebut,” katanya saat dihubungi, Senin, 13 Januari 2014.

    Menurut Silvi, air setinggi dua meter mulai merendam pemukiman warga sejak kemarin malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Tingginya debit air di Kali Pesanggarahan membuat tanggul penahan air yang berada di sekitar pemukiman warga jebol. Akibatnya, ribuan warga yang menghuni RW 05 menderita banjir yang cukup parah.

    “Jebolnya sejak kemarin sore, sekitar pukul 18.30, tapi sudah mulai diperbaiki,” ujar dia. Saat ini, warga terpaksa mengungsi ke tenda-tenda pengungsian yang disediakan oleh kelurahan maupun Palang Merah Indonesia. Aparat kepolisian turut membantu mengamankan ribuan rumah warga yang kosong karena ditinggal mengungsi. (Baca :Banjir di Green Garden, Akses Jalan Putus)

    Dari ribuan pengungsi, kata Silvi, terdapat 234 warga lanjut usia dan 228 anak-anak. Seluruh kebutuhan pengungsi, ia melanjutkan, sudah dipenuhi dengan pemberian berupa makanan dan peralatan kebersihan. “Kalau dibilang cukup belum, tapi tidak terlalu kekurangan. Yang penting semua bantuan sudah diberikan,” katanya.

    Saat ini, warga terpaksa tinggal di tenda pengungsian untuk sementara waktu. Selain itu, lantai tiga kantor Kelurahan Kedoya Selatan juga dijadikan sebagai tempat penampungan sementara warga. Pemerintah dibantu PMI juga sudah membuat dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum warga. Silvi menjamin, pasokan listrik dan air bersih tersedia untuk warga selama berada di dalam pengungsian. "Tenda dan dapur umum akan terus dibuka selama banjir masih tinggi dan warga belum bisa kembali ke rumahnya,” kata dia.

    Adapun untuk normalisasi kali, Silvi menyatakan saat ini pemerintah masih terus melakukan inventarisasi tanah yang bakal terkena dampak. “Memang harus bertahap. Sebelumnya inventariasasi di Sukabumi Selatan (Kebon Jeruk), baru setelah itu di Kedoya Selatan,” ujarnya.

    DIMAS SIREGAR

    Berita Terpopuler
    Titik-titik Banjir di Jakarta Pagi Ini
    Ciliwung Diperkirakan Meluap Selepas Tengah Malam
    Banjir, Jagorawi Macet Total! 
    Air Kiriman dari Bogor Tiba di Manggarai Pukul 2


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.