Ciliwung Meluap, Dua Warga Meninggal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak-anak melihat air sungai Ciliwung yang terus meninggi di Jalan Jatinegara Barat, depan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur (13/1). TEMPO/Subekti.

    Sejumlah anak-anak melihat air sungai Ciliwung yang terus meninggi di Jalan Jatinegara Barat, depan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur (13/1). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Korban mulai berjatuhan dari bencana banjir yang melanda Jakarta awal pekan ini. Ahmad Syafii, 63 tahun, mengembuskan napas terakhirnya, Senin siang, 13 Januari 2013. Warga Kebon Pala 2 RT 08 RW 05, Kampung Melayu, Jakarta Timur, ini diduga meninggal karena kedinginan akibat banjir yang merendam rumahnya. 

    Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu mengatakan korban meninggal sekitar Pukul 14.45. Dia mengungkap penyebab kematian masih simpang siur. Selain kedinginan, ada yang menyebutkan korban kecemplung saat memancing di Kali Ciliwung yang meluap.

    "Penyebab meninggalnya masih belum jelas, Ketua RW sedang menuju rumah korban," kata Bambang. Kepastian ingin dicari termasuk soal identitas. "Mau memastikan benar tidaknya korban warga Kampung Melayu, karena dari identitas rumahnya di Pasar Burung (Matraman). Di Kebon Pala itu rumah mertuanya."

    Sebelumnya, Ahmad Hidayat, 52 tahun, warga RT 08 RW 02, Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih, Jakarta Timur, pada Ahad malam, 12 Januari 2014. Menurut Bambang, Ahmad memang telah terserang penyakit asma.

    "Karena rumahnya banjir, disemayamkan di musola. Jadi bukan pengungsi di musola yang meninggal," kata Bambang.

     Hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Ahad, 12 Januari 2014 hingga Senin, 13 Januari 2014, membuat pemukiman warga di bantaran Kali Ciliwung terendam banjir. Di Kampung Pulo, banjir merendam rumah warga di 81 RT dan delapan RW.

     Ketinggian air mencapai 30 sentimeter hingga empat meter. Diperkirakan sebanyak 16 ribu jiwa menjadi korban banjir. Namun, hingga Senin siang, baru sekitar 1.700 jiwa yang dievakuasi ke pengungsian. Petugas dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Provinsi DKI JAkarta masih mengevakuasi warga dengan menggunakan perahu karet.

    AFRILIA SURYANIS

    Terpopuler
    Hujan Seharian, Hindari Titik Banjir Jakarta Ini
    Titik-titik Banjir di Jakarta Pagi Ini
    Isi BBM Akil Soal Duit Rp 10 M di Pilkada Jatim
    Pantau Banjir, Jokowi Malah Diminta Jadi Presiden 
    Benarkah Akil Bermain untuk Kemenangan Soekarwo?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.