Rp 1,7 Triliun untuk Normalisasi Sungai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melihat air sungai Ciliwung yang terus meninggi akibat hujan terus-menerus di Jalan Jatinegara Barat, depan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur (13/1). TEMPO/Subekti.

    Sejumlah warga melihat air sungai Ciliwung yang terus meninggi akibat hujan terus-menerus di Jalan Jatinegara Barat, depan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur (13/1). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO , Jakarta: Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Muhammad Hasan menyatakan pihaknya menganggarkan dana untuk normalisasi sungai di Jabodetabek pada 2014 ini. "Tahun ini kita siapkan dana Rp 1,7 triliun," kata Hasan, dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Senin, 13 Januari 2014.


    Hasan menuturkan, sejumlah sungai seperti kali Angke, kali Sunter, dan kali Ciliwung mulai dinormalisasi  mulai Desember lalu. Sedangkan sudetan yang akan dilimpahkan debit air dari Ciliwung telah dimulai Januari tahun ini. Kemudian program penanggulangan banjir (JEDI) dimulai pada November tahun lalu.

    Program normalisasi sungai dan tanggul jangka panjang, kata Hasan, terus berlangsung hingga waktu yang ditargetkan pada 2016. "Ini terus berlangsung selama 3 tahun,"katanya. Sedangkan program jangka pendek yaitu perbaikan atau penambalan tanggul yang longsor untuk titik rawan banjir seperti di Latuharhari dan Karet di mana terjadi longsor (kemiringan) akibat banjir, saat ini sudah diperbaiki dan dapat berfungsi kembali.

    Hujan yang mengguyur ibu kota sejak Sabtu malam 11 Januari 2014 dan Minggu siang 12 Januari 2014 mengakibatkan sejumlah wilayah di DKI Jakarta tergenang. Linimasa Twitter pun diramaikan sejumlah akun yang mengabarkan titik banjir di Jakarta. Akun Traffic Management Center Kepolisian Daerah Metro Jaya melaporkan, salah satu titik banjir paling parah terdapat di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

    Berdasarkan pemantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, seperti dikutip dari situs www.bnpb.go.id, pada pukul 11.00 hari ini di pos pengamatan debit sungai di Katulampa, Depok, Manggarai, dan Angke Hulu sudah berstatus Siaga 3. Sedangkan debit sungai lainnya masih dianggap normal atau Siaga 4. "Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, memprediksi potensi banjir di Jakarta untuk hari ini dan Senin, 13 Januari besok adalah rendah-sedang," tulis BNPB di dalam situsnya.

    APRILIANI GITA FITRIA


    Berita Terpopuler
    Titik-titik Banjir di Jakarta Pagi Ini
    Banjir, Jagorawi Macet Total!  
    Air Kiriman dari Bogor Tiba di Manggarai Pukul 2
    Pintu Air Karet Sudah Siaga I


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.