Gorong-gorong Simatupang Tak Layak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi (topi merah) meninjau lokasi banjir dengan menaiki gerobak di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, pada 17 Januari 2013. TEMPO/Tony Hartawan

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi (topi merah) meninjau lokasi banjir dengan menaiki gerobak di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, pada 17 Januari 2013. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyebut gorong-gorong di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, tidak sesuai spesifikasi. Dengan demikian, jalan di atasnya ambles sedalam 50 sentimeter.

    "Gorong-gorongnya kurang gede sehingga harus diganti box cavlet yang lebih besar," kata Jokowi saat meninjau lokasi amblesnya Jalan TB Simatupang yang terletak di sisi utara gedung Nestle, Selasa, 14 Januari 2014.

    Jokowi menuturkan, dengan model gorong-gorong seperti sekarang, tak heran jika mudah tergerus saat ada aliran air kencang. Apalagi beban jalan sangat besar.

    Jalan yang merupakan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum ini ambles setelah Jakarta diguyur hujan seharian. Menurut pantauan Tempo, para pekerja sedang membersihkan bekas reruntuhan yang menutup aliran kali.

    Salah seorang pekerja, Fajri, mengatakan aliran kali tersebut berasal dari kawasan Kebagusan menuju Kali Baru, lewat di bawah jalan tol TB Simatupang. Besar gorong-gorongnya pun hanya 2 x 2 meter persegi.

    "Padahal dari Kebagusan gorong-gorongnya gede sampai 4 x 4 meter," ujarnya. Hanya, dia meneruskan, gorong-gorong ini menyempit begitu masuk ke TB Simatupang.

    Menurut Jokowi, meski kewenangan jalan ini ada di tangan Kementerian, bukan berarti DKI Jakarta tidak bisa turun tangan. Pemerintah DKI Jakarta rencananya mengusulkan jalan tersebut ditinggikan.

    "Hari ini langsung kami bicarakan dengan Kementerian," ujarnya. Jokowi mengaku siap membantu dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2014.

    Namun, konsekuensi dari perbaikan total kawasan yang ambles tersebut adalah Jalan TB Simatupang harus ditutup. Dengan demikian, Jokowi perlu membicarakannya dengan pemerintah pusat dan Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk mencari solusi.

    SYAILENDRA

    Terpopuler:
    Akil Timbun Dolar di Tembok Ruang Karaoke
    Ngotot Minta Duit, Akil Nge-PING!
    Kenapa Anas "Berterima Kasih" kepada Abraham?
    BBM Akil Sebut Setya Punya Urusan Bisnis di Jatim 
    Plat Nomor Lamborghini Syahrini Palsu  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.