Banjir, Listrik dan Air Bersih di Jaksel Terganggu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga berjalan kaki untuk melintasi ruas Jalan Abdullah Syafei yang terputus akibat terendam banjir, Jakarta Selatan (13/1). TEMPO/Subekti.

    Sejumlah warga berjalan kaki untuk melintasi ruas Jalan Abdullah Syafei yang terputus akibat terendam banjir, Jakarta Selatan (13/1). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah wilayah di Jakarta Selatan kekurangan air bersih akibat banjir yang melanda Ibu Kota. Aliran listrik pun kerap padam karena kabel jaringan terendam air.

    Di  Kebon Baru dan Bukit Duri, misalnya. Sebagian besar wilayah itu terendam banjir. Masyarakat tidak bisa menggunakan air tanah karena sudah tercemar.  Sedangkan air PAM tidak lagi mengalir. Kebutuhan air bersih masyarakat bergantung pada tangki-tangki air di posko darurat. "Padahal kami butuh banget," ujar Rahmat, 32 tahun, warga Bukit Duri, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Januari 2014.

    Menurut Rahmat,  sejak Senin, 13 Januari 2014, keran dari jaringan air PAM tidak mengeluarkan air. "Baru hari ini keluar, tapi kecil banget," katanya (lihat:Titik-titik Banjir di Jakarta Pagi Ini).

    Juru bicara PT Palyja, Meyritha Maryanie, mengatakan suplai air bersih untuk kawasan tersebut terganggu sejak Ahad malam, 12 Januari 2014. Tak hanya di Kebon Baru dan Bukit Duri, sejumlah wilayah lain seperti Gandaria Selatan, Mampang, Tegal Parang, Bangka, sebagian Pancoran dan Tebet, juga terganggu. Penyebabnya adalah rusaknya pompa air milik PT Palyja di Cilandak karena terendam banjir.

    Menurut Meyritha, hari ini pompa sudah bisa berfungsi lagi meski belum sepenuhnya normal.  Biasanya, produksi air di pompa itu mencapai 400 liter per detik. Namun setelah pompa terendam banjir, produksi air baru bisa 123 liter per detik.

    Selain gangguan pasokan air, beberapa warga di Jakarta Selatan mengeluhkan pemadaman listrik yang sering terjadi. Di Kuningan dan Karet, terjadi  pemadaman yang cukup lama dua hari lalu. "Hampir delapan jam," ujar Mardian, 28 tahun, warga Karet Belakang. Ketika dimintai konfirmasi oleh warga, Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengatakan gardunya di Cawang terendam air sehingga pasokan listrik distop.

    M. ANDI PERDANA

    Berita lain:
    Anas Urbaningrum Ditahan, Dosen Unair Meminta Maaf
    Mahfud Mengaku Heran Atas Pemilihan Akil Mochtar 
    Jokowi Kaget Blusukan 'Dikuntit' Caleg PDIP 
    Perempuan Arab Saudi Dilarang Main Ayunan 
    Kado Tahun Baru Anas Urbaningrum Versi Ipar SBY
    Ini Sebab Jakarta Utara Relatif Bebas Banjir
    Soal Dugaan Suap Pilgub Jatim, Ini Kata Cak Imin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.